Peran pemuda dalam membangun bangsa dinilai semakin beragam

Peran pemuda dalam membangun bangsa dinilai semakin beragam

​​Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Asrorun Niam Sholeh (memegang mikrofon) menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk "Pemuda, Mana Suaramu?" di Jakarta, Sabtu (11/5/2019). (Istimewa)

Jakarta (ANTARA) - Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Asrorun Niam Sholeh mengatakan ruang bagi pemuda dalam membangun bangsa sudah mulai bergeser dari ruang partisipasi politik ke ruang partisipasi lain yang lebih beragam.

"Pada satu sisi peranan pemuda cenderung lambat di dunia politik, tapi di sisi lain dunia inovasi, ekonomi, teknologi dan lain-lain anak muda justru yang menguasai," ujar Niam dalam diskusi bertajuk "Pemuda, Mana Suaramu?" di Jakarta, Sabtu.

Menurut Niam, peranan pemuda itu sudah pasti mampu mengangkat ekonomi bangsa.

Oleh karena itu, Niam kurang setuju dengan anggapan yang mengatakan bahwa pemuda zaman sekarang lebih mementingkan dirinya sendiri ketimbang kepentingan bangsa.

"Kita hanya melihat pergeseran partisipasi kaum muda," jelasnya.

Niam mengakui peran politik kaum muda di ruang-ruang publik relatif rendah dibanding awal kemerdekaan.

Dulu Sudirman memimpin gerilya di usia 25 tahun, Soekarno mendirikan PNI di usia 26 tahun dan menjadi Presiden usia 44 tahun, Bung Tomo menggerakkan heroisme yang jadi tonggak hari pahlawan usia 25 tahun, juga Kiai Wahid Hasyim jadi Ketua MIAI umur 26 tahun.

​​​​​"Aktor politik sekarang masih didominasi kaum tua. Kaum muda belum banyak yang menjadi elit. Karenanya relevan sekali komitmen Presiden Jokowi untuk membuka ruang dan kesempatan kaum muda", tegas mantan aktivis mahasiswa 98 ini.

Lebih lanjut Niam menjelaskan, Pemerintah terus berikhtiar untuk melakukan penyesuaian dengan tuntutan kebutuhan kaum muda milenial, termasuk percepatan pelibatan kaum muda dalam ruang publik.

Kepemimpinan, kepeloporan, dan kemandirian kaum muda yang salah satunya melalui kewirausahaan kaum muda adalah kunci dalam wujudkan bangsa Indonesia yg mandiri, unggul, dan berdaya saing.

"Organisasi kepemudaan perlu merespons perubahan tersebut dengan tetap menjaga komitmen kebangsaan, komitmen keberagaman, komitmen kebersamaan, komitmen persatuan, dan komitmen pada NKRI. Ini sebagai batu pijak dalam kehidupan berbangsa," jelasnya.

Diskusi itu dihadiri oleh unsur pemuda dan media.

Di samping Niam, narasumber lain dalam diskusi tersebut Ketua Umum PP GMNI Roy Kusuma Jaya, Ketua Umum PB HMI Saddam Jihad, Sekretaris Jenderal Perindo Ahmad Rofiq, serta CEO Alvara Reseacrh Center Hasanudin Ali.

Baca juga: Presiden ingatkan keutamaan peran pemuda
Baca juga: Hidayat Nur Wahid tekankan peran pemuda untuk memajukan bangsa


 

Pewarta: Sigit Pinardi
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wali Kota Malang harapkan peran pemuda pulihkan ekonomi kreatif

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar