counter

Pemprov Babel-Bulog gencarkan pasar murah tekan inflasi

Pemprov Babel-Bulog gencarkan pasar murah tekan inflasi

Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yan Megawandi (Babel.antaranews.com/Aprionis)

Kita berharap kondisi inflasi Babel menjelang puasa dan Lebaran nanti tidak setinggi 2018 yang mencapai 1,63 persen
Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung bersama Perum Bulog Subdivre Bangka menggencarkan operasi pasar murah, guna menekan inflasi selama puasa Ramadhan dan hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah di daerah itu.

"Kita berharap kondisi inflasi Babel menjelang puasa dan Lebaran nanti tidak setinggi 2018 yang mencapai 1,63 persen," kata Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Babel, Yan Megawandi di Pangkalpinang, Minggu.

Menurut dia, pemicu inflasi Babel pada puasa Ramadhan dan Idul Fitri tahun lalu 1,63 persen, karena naiknya bahan makanan mencapai 0,80 persen, dan harga tiket 0,75 persen.

"Ini yang perlu kita jaga jangan sampai inflasi mencapai 1,63 persen. Minimal yang perlu dikendalikan bahan makanan melalui operasi pasar murah di seluruh kabupaten/kota," ujarnya.

Ia mengatakan pengendalian inflasi ini berdasarkan Surat Edaran Menteri Koordinator Perekonomian pada 8 April 2019, yang meminta pemerintah daerah untuk lebih intens melakukan upaya menekan angka inflasi selama puasa dan Idul Fitri tahun ini.

"Kita lebih detil, spesifik melakukan upaya pengendalian inflasi ini, misalnya Bank Indonesia menjelasan inflasi, Disperindag, Bulog mengenai stok, distribusi dan kondisi harga di masyarakat," katanya.

Kepala Perum Bulog Subdivre Bangka Taufiqurahmah mengatakan Bulog bersama Disperindag dan Dinas Pangan mengoptimalkan kegiatan pasar murah di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung dan Belitung Timur.

"Kita bersama dinas terkait setiap hari menggelar operasi pasar murah, agar masyarakat bisa mendapatkan sembako dengan harga terjangkau," katanya.

 

Pewarta: Aprionis
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Cabai merah sumbang inflasi Sumbar

Komentar