counter

Selama Ramadhan Bulog NTT salurkan 7.463 ton beras OP

Selama Ramadhan Bulog NTT salurkan 7.463 ton beras OP

Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Provinsi Nusa Tenggara Timur, Eko Pranoto. (FOTO ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Hingga 6 Mei pekan lalu kami sudah salurkan beras untuk operasi pasar menyambut Ramadhan ini sebanyak 7.463 ton
Kupang (ANTARA) - Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menyalurkan sebanyak 7.463 ton beras untuk masyarakat setempat lewat operasi pasar (OP) untuk menjaga kestabilan harga selama bulan Ramadhan 1440 Hijriah.

"Hingga 6 Mei pekan lalu kami sudah salurkan beras untuk operasi pasar menyambut Ramadhan ini sebanyak 7.463 ton," kata Kepala Bulog Divre Provinsi NTT, Eko Pranoto, di Kupang, Senin.

Ia mengatakan, beras yang dijual melalui operasi pasar sedikit menurun salah satunya seperti di Kota Kupang akibat membanjirnya pasokan beras dari Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurutnya, kondisi ini berbeda dengan sebelumnya pada Desember 2018 hingga Januari 2019 yang mana pihaknya bisa menyalurkan beras dari 100-150 ton setiap hari lewat operasi pasar.

Sedangkan menjelang Lebaran atau dari Maret hingga Mei, penjualan beras menurun di bawah 100 ton karena pasokan beras dari Sulawesi Selatan yang sangat banyak masuk di provinsi setempat.

"Karena kita di sini daerah yang terbuka sehingga kapal-kapal Pinisi dari Sulawesi Selatan yang memuat 50, 100, 200 ton bisa masuk langsung di Pulau Timor, Pulau Flores, dan sekitarnya," katanya.

Ia menjelaskan, pasokan beras dari Sulawesi Selatan merupakan beras medium yang dijual dengan kisaran harga Rp8.300-Rp8.600 per kilogram, sedangkan beras yang dijual melalui operasi pasar senilai Rp9.000 per kilogram.

"Tapi bagi kami tidak apa-apa berarti harga beras sudah menurun dan stabil sehingga kita berharap kondisi inflasi yang dipicu akibat kelangkaan pasokan beras selama massa Ramadhan ini bisa ditekan," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus menggelar operasi pasar secara terjadwal pada titik-titik yang sudah disiapkan maupun atas permintaan pihak instansi tertentu, lembaga keagamaan, serta masyarakat.

Selain beras, lanjutnya, operasi pasar yang dilakukan juga menjual komoditi lain seperti bawang merah Rp35.000 per kg, bawang putih Rp55.000 per kg, gula pasir Rp11.000 per kg, termasuk minyak goreng dan terigu yang juga dijual di bawah harga pasar.

Baca juga: Kawal pasokan listrik Ramadhan, PLN NTT kerahkan 700 personel

Baca juga: Angkut paket pangan, Kapal Ramadhan ACT berlayar ke NTT

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Pemerintah tetapkan 1 Ramadhan 1440 hijriah jatuh pada 6 mei 2019

Komentar