Ramadhan bentuk pribadi menjadi lebih baik

Ramadhan bentuk pribadi menjadi lebih baik

Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd menyampaikan sambutan di salah satu kegiatan civitas akademik IAIN Palu. (Antaranews/Muhammad Hajiji)

Palu (ANTARA) - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Sulawesi Tengah, Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd menilai keistimewaan di bulan Ramadhan adalah pembentukan mental dan kepribadian serta peningkatan sumber daya manusia untuk menjadi lebih baik.

"Bulan Ramadhan dapat menjadi proses sekaligus memberikan pendidikan untuk pembentukan mental, karakter termasuk peningkatan sumber daya manusia menjadi lebih baik," ucap Prof Dr Sagaf Pettalongi, di Palu, Selasa.

Sagaf mengemukakan salah satu ciri orang yang bertaqwa yaitu mengerjakan kebaikan atau melakukan hal-hal yang baik yang sejalan dengan perintah dan anjuran agama. Karena itu, puasa memberikan pendidikan sekaligus pelatihan kepada manusia utamanya umat Islam untuk tidak tunduk terhadap nafsu dan syahwat.

Puasa tidak sekedar menahan lapar, haus, tetapi menahan nafsu dan syahwat, yaitu tidak tunduk terhadap keinginan hawa nafsu dan syahwat dalam melakukan sesuatu atau mengerjakan suatu pekerjaan. Bahkan, pengendalian fikiran, tindakan dan ucapan agar tidak pada hal-hal yang negatif yang bertolak belakang dengan anjuran agama.

Oleh karena itu, tidak semua orang yang melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan dapat mencapai derajat taqwa. Pernyataan ini mengutip hadits yang berbunyi "Berapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja".

Thalq Bin Habib Al’Anazi mengartikan taqwa adalah mengamalkan ketaatan kepada Allah dengan cahaya Allah (dalil), mengharap ampunan Allah, meninggalkan maksiat dengan cahaya Allah (dalil), dan takut terhadap adzab Allah.

"Oleh karena itu, agar kalian bertaqwa dalam Surah Al Baqarah Ayat 183 mengandung salah satu makna bahwa semoga kalian bertaqwa karena berpuasa. Artinya, puasa menjadi sebab terbentuknya ketaqwaan seseorang," kata dia.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tengah itu mengemukakan proses untuk menjadi orang yang baik, tidak cukup dengan menahan lapar, haus, menahan diri, mengendalikan fikiran dan sebagainya. Tetapi, perlu diikutkan dengan menempatkan Al Quran sebagai petunjuk dalam menjalani kehidupan. Ramadhan, memberi pesan kepada umat Islam untuk kembali kepada Al Quran.

Pernyataan ini mengutip Firman Allah dalam Surah Al Baqarah Ayat 185 yang berbunyi, "Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al Quran. Al Quran adalah petunjuk bagi manusia dan penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil".

Ia menambahkan untuk mengetahui dan dapat membedakan baik dan buruk, harus mengikuti Al Quran sebagai pentunjuk kepada manusia dari Allah SWT. "Ketika seseorang telah menempatkan atau telah kembali kepada Al Quran dan menjadikan Al Quran sebagai pentunjuk dalam menjalani kehidupan, maka tentu ia akan menjadi orang yang baik. Karena Al Quran mengajarkan kebaikan, bukan keburukan," kata dia.*



Baca juga: Secercah hikmah di antara gonjang-ganjing puasa

Baca juga: Ramadhan momentum kurangi sampah makanan





 

Pewarta: Muhammad Hajiji
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemenag RI resmikan kampus IAIN di Kabupaten Sigi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar