Akuatik

Jendi Pangabean kejar limit Paralympics Tokyo

Jendi Pangabean kejar limit Paralympics Tokyo

Atlet renang Indonesia Jendi Pangabean berlatih di arena aquatik, Jakabaring Sport City Palembang, Sumatera Selatan, Senin (3/10/2016). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Mudah-mudahan nanti bisa mewakili Indonesia untuk bertanding di Paralympics 2020 Tokyo
Jakarta (ANTARA) - Mimpi atlet paraswimming Indonesia, Jendi Pangabean, untuk tampil di nomor gaya punggung 100m Paralympics 2020 Tokyo semakin terbuka, karena catatan waktunya semakin mendekati limit Paralympic.

“Mudah-mudahan nanti bisa mewakili Indonesia untuk bertanding di Paralympics 2020 Tokyo, karena limit waktu yang saya raih sudah mendekati,” ujar Jendi kepada Antara, Selasa.

Pria kelahiran Sugih Waras, Muara Enim, Sumatera Selatan, 10 Juni 1991 ini mengatakan bahwa limit catatan waktu untuk tampil di Paralympics 2020 Tokyo yaitu 1 Menit 06 detik. Pada World Para Swimming World Series 2019 yang diselenggarakan di Glasgow Celtic, Skotlandia, April 2019 yang lalu ia meraih catatan waktu 1 Menit 07,82 detik di nomor 100m gaya punggung.

Sedangkan pada World Para Swimming World Series 2019 di Singapura, 10-12 Mei yang lalu, di nomor yang sama Jendi berhasil memperbaiki catatan waktunya menjadi 1 Menit 07,40 detik.

“Sebenarnya pada kejuaraan World Para Swimming World Series 2018 di Berlin, Jerman, yang lalu, catatan waktu saya sudah mencapai limit 1 Menit 06 detik, namun saya harus mengikuti kejuaraan dunia juga agar nama saya tetap berada di rangking 1-20 besar,” kata dia.

Jendi mengatakan pada 2019 ia ini memang fokus mengumpulkan poin untuk tampil di Paralympics 2020 Tokyo, setelah mengikuti World Para Swimming World Series 2019 di Glasgow Celtic dan Singapura selanjutnya ia akan berjuang di World Para Swimming World Series 2019 London, Inggris September yang nanti.

“Mudah-mudahan nanti di London hasilnya akan lebih maksimal lagi seperti performa terbaik saya di Asian Para Games 2018 yang lalu, karena waktunya masih cukup panjang untuk melakukan persiapan sebelum ke sana,” ujar dia.

Sebelumnya Jendi Pangabean sudah pernah bertanding di Paralympics 2016 Rio de Janeiro, Brazil, namun hasil yang ia raih belum bisa mengharumkan nama Indonesia.
Pada perhelatan ASEAN Para Games 2013 Myanmar, Jendi meraih 2 emas dan 1 perak, begitu juga saat bertanding di ASEAN Para Games 2015 Singapura ia berhasil meraih 3 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.

Saat bertanding di ASEAN Para Games 2017 Jendi berhasil membawa pulang lima medali emas sekaligus, di nomor 400m gaya bebas, 100m gaya punggung, 200m gaya ganti, estafet 4×100m gaya bebas 34 point dan 4x100m gaya ganti 34 poin.

Sedangkan di Asian Para Games 2018 Jakarta ia meraih 1 emas di nomor 100 meter gaya punggung S9, 1 Perak nomor 100 meter gaya kupu-kupu S9, 1 perunggu di nomor 100 meter gaya bebas S9 dan 1 perunggu di nomor 4x100 meter medley relay 34 poin.

Baca juga: Perenang Indonesia raih penghargaan "Asian Paralympic Committee"

 

Pewarta: Nova Wahyudi
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Membuktikan Indonesai Ramah Difabel di Asian Para Games

Komentar