counter

Diananda genjot simulasi pertandingan untuk perbaiki mental tanding

Diananda genjot simulasi pertandingan untuk perbaiki mental tanding

PANAHAN - RECURVE WOMEN TEAM INDONESIA KALAH Pemanah Indonesia Diananda Choirunisa membidik sasaran dalam pertandingan melawan tim Jepang pada babak perempat final nomor Recurve Women Team Cabang Panahan Asian Games 2018 di Lapangan Panahan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (25/8). Indonesia kalah dari Jepang di babak tersebut. ANTARA FOTO/INASGOC/Aditya Pradana Putra/bmz/18

Jakarta (ANTARA) - Atlet panahan Diananda Choirunisa menggenjot simulasi pertandingan dalam sesi latihan rutin yang dijalani sebelum mengikuti kejuaraan dunia di Belanda, 10-16 Juni yang juga ajang kualifikasi Olimpiade 2020.

"Ini sekaligus untuk memperbaiki mental saya karena waktu Asian Games 2018 masih deg-degan yang kurang bisa dikontrol," kata Diananda dihubungi di Jakarta, Selasa.

Peraih medali perak pada nomor recurve perorangan putri Asian Games 2018 itu mengakui jam terbang untuk berpartisipasi dalam kompetisi dunia masih kurang yakni tiga hingga empat kali try out dalam satu tahun.

Kondisi itu, lanjut dia, turut mempengaruhi mentalitas atlet berlaga dalam kompetisi level internasional.

Baca juga: Riau Ega-Diananda targetkan tiket Olimpiade di Kejuaraan Dunia

Selain penguatan mental, latihan juga dilakukan lebih intensif yang dipusatkan di Markas Batalyon Kavaleri VII di Cijantung, Jakarta Timur.

"Walau puasa tapi porsi latihan tetap sama," kata peraih medali emas SEA Games 2013 Myanmar dan medali perak SEA Games 2015 Singapura untuk kelas beregu putri itu.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia (PP Perpani) Tofan Tri Anggoro menambahkan sebanyak 16 atlet panahan dikirim ke kejuaraan dunia di Belanda, termasuk Diananda dan Riau Ega Agatha.

Para atlet tersebut akan bertanding baik untuk nomor perorangan, beregu dan campuran yang sekaligus untuk persiapan menjelang SEA Games 2019 di Manila, Filipina, akhir tahun ini.

Anggoro menambahkan menjelang kejuaraan dunia, SEA Games dan Olimpiade, PP Perpani meningkatkan intensitas latihan memanah bahkan hingga menggunakan 500-700 anak panah per hari.

Tujuannya, lanjut dia, untuk melatih daya tahan saat menghadapi pertandingan sesungguhnya yang menggunakan 72 dan 75 anak panah.

Dalam kejuaraan dunia di Belanda, jika tim beregu berhasil masuk delapan besar dan tim perorangan masuk empat besar, maka mereka otomatis meraih tiket ke Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

Namun jika gagal, manajer panahan Pelatnas SEA Games 2019 itu menambahkan para atlet harus berjuang mengikut kejuaraan dunia lain agar bisa mengantongi tiket Olimpiade.

Kejuaraan dunia panahan lain untuk level Asia dijadwalkan akan dilaksanakan di Bangkok, Thailand, November nanti.

Baca juga: Perpani bidik Korea Selatan demi persiapan Olimpiade

Pewarta: Dewa Wiguna
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar