counter

Metropolitan

Penjualan emas di Jakarta jelang Idul Fitri belum alami kenaikan

Penjualan emas di Jakarta jelang Idul Fitri belum alami kenaikan

Salah seorang pedagang emas di Pusat Grosir emas Cikini tengah menawarkan dagangannya (Foto ANTARA/ Alya Rahma Widyanti)

Jakarta (ANTARA) - Penjualan emas menjelang Hari Raya Idul Fitri di Pusat Grosir Emas Cikini Jakarta Pusat belum mengalami kenaikan yang berarti.

"Masih stabil, penjualan belum mengalami kenaikan," kata Putra salah seorang pedagang emas saat diwawancara ANTARA di Cikini, Jakarta Pusat.

Ia mengatakan penjualan cenderung stabil karena emas yang dijual adalah emas perhiasan bukan emas murni.

Dia menambahkan masyarakat biasanya membeli emas sebagai koleksi perhiasan pribadi atau sebagai hadiah untuk kerabat jelang hari raya Idul Fitri.

Biasanya pasar emas cenderung ramai setelah lebaran. Hal ini dikarenakan adanya tunjangan hari raya untuk membeli emas.

"Biasa aja sih (penjualan) tidak ada momen lebaran," kata Iis salah satu pedagang emas di Pusat Grosir Emas Cikini.

Dia mengatakan selama puasa dan menjelang lebaran tidak ada peningkatan penjualan.

Bahkan pasca Idul Fitri pun penjualan tetap stabil seperti biasanya.

Biasanya pembeli membeli emas untuk dipakai sendiri atau diberikan kepada kerabat tambahnya.

Dari pengamatan Antara, Pusat Grosir Emas Cikini cenderung sepi pengunjung. Tidak banyak toko-toko yang melayani pelanggan.

Salah satu pedagang yang tidak ingin disebut namanya mengatakan jualannya saat ini sepi pengunjung.

Rata-rata harga emas satu gram untuk 75 persen adalah Rp500 ribu.

Pewarta: Ganet Dirgantara
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Sebanyak 29 pendonor darah Kota Malang terima cincin emas

Komentar