counter

Golkar raih suara terbanyak pada Pemilu Anggota DPRD Teluk Wondama

Golkar raih suara terbanyak pada Pemilu Anggota DPRD Teluk Wondama

Penandatangan berita acara hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 di KPU Kabupaten Teluk Wondama, Rabu (8-5-2019). (Foto:Toyiban)

Wasior, Teluk Wondama (ANTARA) - Partai Golongan Karya (Golkar) menjadi pendulang suara terbanyak pada Pemilu Anggota DPRD Kabupaten Teluk Wondama.

Golkar mengumpulkan 2.959 suara di tiga daerah pemilihan, Wondama. Dukungan terbanyak diperoleh dari Dapil 1 Teluk Wondama sebanyak 1.564 suara.

Partai nomor urut 4 itu pun berpeluang besar mendapat jatah tiga kursi DPRD periode 2019 s.d. 2024 yang tersebar merata di tiga dapil.

Berikutnya, PDI Perjuangan berpotensi meloloskan tiga wakilnya ke DPRD setempat. Partai nomor urut 3 itu meraih 1.913 suara.

Selanjutnya, Perindo membuat kejutan besar dengan meraih tiga kursi. Partai baru nomor urut 9 itu mendulang 1.479 suara.

Dari daftar perolehan suara, kemungkinan akan ada 13 wajah baru yang duduk sebagai wakil rakyat, atau hanya ada tujuh nama lama yang masih bertahan.

Dari perolehan suara, sebanyak 10 parpol berpeluang mendapatkan kursi DPRD. Di belakang tiga partai di atas yang memperoleh tiga kursi, yakni Hanura, Gerindra, PPP, dan PKS masing-masing dua kursi.

NasDem, PKPI, dan Demokrat masing-masing 1 kursi.

Perindo menjadi satu-satunya partai baru yang menembus dominasi partai lama. NasDem pada periode 2014 s.d. 2019 mendapatkan tiga kursi dan berhak pada posisi ketua DPRD. Partai ini harus rela kehilangan dua kursi dan melepas palu pimpinan.

Demikian pula, Gerindra yang periode sebelumnya mendapat 3 kursi sekaligus wakil pimpinan, sekarang kebagian dua kursi sehingga harus kehilangan posisi wakil pimpinan dewan.

“Memang tiga kursi menjadi target minimal kami. Setidaknya, Perindo membuktikan bahwa kami bukan partai baru yang sekadar coba-coba. Perindo memberi bukti bukan janji,“ kata Ketua DPD Perindo Teluk Wondama Novie Marani di Wasior, Selasa.

Pewarta: Toyiban
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Wakil DPRD Papua dan Papua Barat minta pemerintah buka ruang dialog

Komentar