counter

Tim SAR cari nelayan Riau hilang setelah tersambar petir

Tim SAR cari nelayan Riau hilang setelah tersambar petir

Tim Basarnas Pekanbaru mencari seorang nelayan yang hilang di perairan Inhil, Riau, Rabu (15/4/2019). (ANTARA/HO/Humas Basarnas Pekanbaru/FB Anggoro)

Pekanbaru (ANTARA) - Tim SAR gabungan mencari seorang nelayan bernama Rudi yang hilang di perairan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, setelah tersambar petir.

“Korban terjatuh disambar petir pada saat menjaring ikan,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Pekanbaru, Amiruddin, dalam pernyataan pers yang diterima  di Pekanbaru, Rabu malam.

Ia mengatakan satu tim dari Pos SAR Bengkalis sudah bergerak untuk melakukan pencarian korban. Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian juga melibatkan unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil, Babinkamtibmas dan masyarakat setempat.

Ia menjelaskan korban hilang bernama Rudi, 25 tahun, seorang nelayan yang dilaporkan hilang pada Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Lokasi kejadian di daerah Kecamatan Tanah Merah, tepatnya di Desa Sungai laut, Kabupaten Inhil.

Insiden tersebut dilaporkan oleh anggota BPBD Inhil ke Basarnas Pekanbaru pada Rabu siang sekitar pukul 13.15 WIB. Hingga kini korban belum berhasil ditemukan.

Pada hari yang sama Basarnas Pekanbaru juga menurunkan tim untuk mencari seorang pelajar yang hilang karena tenggelam di Sungai Rokan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Aldo Ferdinal (16) yang berstatus pelajar SMA Ujung Batu tenggelam di Sungai Rokan pada Selasa (14/5) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Korban awalnya hendak pergi mandi di Sungai Rokan di Dusun Suka Maju Kecamatan Ujung Batu bersama teman-temannya. Aldo ikut menyeberangi sungai itu dengan cara berenang. Namun belum sampai ke tepian, korban kelelahan sehingga terseret arus sungai.

Korban sempat minta tolong sebelum akhirnya tenggelam dan tidak muncul lagi ke permukaan. Pada saat kejadian, kondisi air Sungai Rokan dalam keadaan keruh sedangkan kedalaman tempat korban tenggelam diperkirakan sekitar empat meter.

Warga segera melaporkan insiden itu ke kepolisian dan BPBD Rohul, yang kemudian melapor ke Basarnas Pekanbaru untuk meminta bantuan.

Pewarta: FB Anggoro
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar