counter

Pertagas rombak jajaran direksi

Pertagas rombak jajaran direksi

Jajaran direksi bersama para pemegang saham PT Pertamina Gas (Pertagas) pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2018 di Jakarta, Rabu (15/5/2019). (Dokumentasi PT Pertagas)

sesuai dengan amanah pemerintah dalam pembentukan Holding Gas yaitu untuk mendorong ketahanan energi nasional
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Gas (Pertagas) mengubah jajaran direksi dengan menambah satu jabatan direktur baru sesuai keputusan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2018.

Sesuai hasil RUPS, Rosa Permata Sari akan segera bergabung di Pertagas sebagai Direktur Teknik dan Operasi. Sebelumnya, Rosa menjabat sebagai Group Head Program Management Office di PT. Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

"Dengan pengalaman panjang beliau, Pertagas optimistis Ibu Rosa akan dapat membawa dan mengembangkan peran Pertagas di bisnis gas Indonesia," kata Corporate Secretary PT Pertagas Fitri Erika dalam keterangan tertulisnya seusai pelaksanaan RUPS di Jakarta, Rabu.

Keyakinan tersebut, menurut Fitri Erika, sesuai dengan amanah pemerintah dalam pembentukan Holding Gas yaitu untuk mendorong ketahanan energi nasional.

Jajaran direksi baru Pertagas berkomitmen untuk terus membangun infrastruktur gas, meningkatkan pemanfaatan gas dengan harga yang lebih terjangkau, dan mendorong pengembangan bisnis LNG, dan bisnis gas lainnya.

"Seluruh usaha ini dilakukan demi mendorong perekonomian Indonesia," ujar Fitri Erika.

Dengan perubahan tersebut maka susunan direksi Pertagas kini menjadi:

Direktur Utama : Wiko Migantoro

Direktur Komersial : Achmad Herry Syarifuddin

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis : Indra Setyawati

Direktur Keuangan dan Dukungan Bisnis : Tenny R.A. Rusdy

Direktur Teknik dan Operasi : Rosa Permata Sari

Pada RUPS tersebut juga disampaikan raihan laba bersih Pertagas pada 2018 sebesar 146 juta dolar AS yang melampaui perolehan laba bersih tahun sebelumnya.

"Tahun 2018, kami berhasil meningkatkan laba dari 141 juta dolar AS menjadi 146 juta dolar AS," kata Fitri Erika.

PT Pertamina Gas resmi berdiri pada 23 Februari 2007. Sebagai anak perusahaan PGN dan Pertamina, Pertagas fokus mengembangkan bisnis transportasi gas, niaga gas, pemrosesan gas, regasifikasi LNG dan transportasi minyak.
Baca juga: Pertagas raih laba bersih 146 juta dolar AS selama 2018
Baca juga: Menteri ESDM resmikan jargas Palembang dan transmisi Grissik-Pusri

 

Pewarta: Faisal Yunianto
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar