counter

BPBD Banjarnegara ikut sertakan "Elwasi" dalam lomba tingkat provinsi

BPBD Banjarnegara ikut sertakan "Elwasi" dalam lomba tingkat provinsi

Alat deteksi dini gerakan tanah, Elwasi. (FOTO ANTARA/HO-BPBD Banjarnegara).

Banjarnegara (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, mengikutsertakan alat deteksi dini gerakan tanah, "Elwasi" dalam lomba Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2019 tingkat Provinsi Jawa Tengah.

"Kami mengikutsertakan Elwasi dalam lomba sekaligus untuk menyosialisasikan mengenai alat deteksi dini gerakan tanah buatan putra daerah," kata Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banjarnegara Andri Sulistyo di Banjarnegara, Kamis.

Dia menjelaskan, Elwasi dibuat oleh seorang staf Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banjarnegara yang bernama Sudarsono untuk mendukung upaya pengurangan risiko bencana di wilayah setempat.

Dia menjelaskan Elwasi adalah singkatan dari "Eling Waspada lan Siaga" yang memiliki makna agar semua pihak mengingat bahwa mereka berada di daerah rawan bencana sehingga perlu kewaspadaan dan tetap harus siaga dalam mengurangi risiko bencana.

"Lahirnya alat tersebut berawal dari banyaknya kejadian bencana tanah ambles dan longsor di Kabupaten Banjarnegara," katanya.

Secara struktur kondisi morfologi, topografi dan geologi, kata dia, Banjarnegara daerah rawan tanah longsor sehingga diperlukan alat deteksi dini pergerakan tanah sebagai upaya pengurangan risiko bencana.

Elwasi, kata dia, akhirnya terus dikembangkan dan diuji coba di beberapa wilayah, seperti di Desa Sirongge, Kecamatan Pandanarum Banjarnegara (2017), Cisolok, Sukabumi, Provinsi Jawa Barat (2018), dan Desa Kebutuhjurang, Kecamatan Pagedongan, Banjarnegara (2019).

"Saat ini pengembangan Elwasi terus di tingkatkan dan disempurnakan oleh BPBD Banjarnegara sebagai salah satu alat deteksi longsor yang dibutuhkan masyarakat dalam mengurangi resiko bencana," katanya.

Pihaknya berharap, Elwasi dapat menjuarai lomba krenova tingkat Provinsi Jawa Tengah agar informasi mengenai alat deteksi dini tersebut makin tersebar luas.

Dia mengatakan alat tersebut potensial untuk diproduksi secara massal guna mendukung upaya mitigasi bencana yang efektif.
"Alat ini sederhana, murah, suku cadang mudah, desain portabel, dirangkai dengan cepat, perawatan mudah dan dapat dipindahkan ke tempat lain," katanya.

Sementara itu, berdasarkan website http://krenova.bappeda.jatengprov.go.id diketahui bahwa penghargaan krenova adalah bentuk apresiasi dari Gubernur Jawa Tengah kepada para mitra dan inovator yang secara nyata mendukung dalam memajukan produk inovasi untuk masyarakat luas.

Baca juga: Alat deteksi longsor "Elwasi" dikembangkan BPBD Banjarnegara-Jateng

Baca juga: Detektor longsor Elwasi dapat dipasang pada tipe longsoran rayapan


Pewarta: Wuryanti Puspitasari
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar