counter

Liga Inggris

Masa depan Marcelo Bielsa mendadak suram

Masa depan Marcelo Bielsa mendadak suram

Manajer Leeds United Marcelo Bielsa. (Action Images via Reuters/CRAIG BROUGH)

Jakarta (ANTARA) - Bos Leeds United Marcelo Bielsa menerima tanggung jawab kegagalan timnya lolos ke final playoff divisi dua Championship dengan kekalahan 2-4 atas Derby County, Kamis dini hari tadi, telah membuat masa depannya sebagai pelatih kepala di klub ini menjadi tidak menentu.

Leeds membuang percuma keunggulan 1-0 pada leg pertama semifinal playoff itu setelah pada leg kedua digasak 2-4 oleh tim asuhan Frank Lampard, sehingga tersisih dalam agregat 3-4 untuk mengakhiri impian naik kelas ke Liga Premier.

Bielsa yang kontraknya akan berakhir sampai akhir musim 2019-2020 meragukan masa depannya di klub ini ketika ditanya apakah dia akan tetap bersama Leeds.

"Ada beberapa kesalahan dan itu membuat ragu terhadap masa depan pelatih kepala," kata pria Argentina berusia 63 tahun itu kepada wartawan. "Tidak nyaman membahas poin ini untuk sekarang ini".

"Anda tahu proses ini. Jika klub menawari saya kemungkinan untuk lanjut, saya pasti akan mendengarkan proposal mereka."

Baca juga: Kalahkan Leeds, Derby bertemu Villa pada final playoff

Leeds tersapu dari Liga Premier sejak 2004. Klub Yorkshire Barat ini sempat berada di jalur promosi otomatis ke Liga Primer sebelum menjadi labil pada lima bulan terakhir musim ini.

Klub asuhan Bielsa itu pernah memuncaki klasemen Championship pada Februari, tetapi kalah enam kali dari 13 pertandingan terakhir dan finis urutan ketiga di belakang Norwich City dan Sheffield United, yang memaksa mereka harus bertarung di babak playoff untuk memperebutkan satu tempat terakhir promosi ke liga utama.

"Jika Anda memiliki sumber daya untuk mencapai sesuatu dan Anda tak mencapainya, seandainya Anda menghadapi kesulitan yang harus Anda hadapi dan Anda punya tanggung jawab untuk mencapai tujuan itu dan Anda tak mencapainya, maka kita harus berasumsi mengenai kemungkinan terburuk," sambung Bielsa.

"Saya tidak menemukan solusinya dan menjadi tugas saya untuk menemukan solusi. Ada hilang kendali. Sebagai manajer kita harus memberikan solusi, memberi struktur yang kuat , tetapi kami mengalami 20 menit kekacauan."

Derby menghadapi Aston Villa dalam final playoff di Wembley pada 27 Mei.

Baca juga: Menang adu penalti antar Villa ke final playoff
 

RI – Inggris siapkan Rp37 miliar untuk riset penyakit menular

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar