counter

Jepang beri bantuan layanan informasi kedaruratan

Jepang beri bantuan layanan informasi kedaruratan

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ahmad M Ramli memberikan keterangan kepada media di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (16/5/2019). (ANTARA Foto/Naim)

Dengan alat itu, maka seluruh perangkat komunikasi terkoneksi, seperti telepon seluler, televisi dan radio. Informasi mengenai hal-hal darurat bisa langsung disebar pemerintah ke masyarakat.
Batam (ANTARA) (ANTARA) - Pemerintah Jepang akan memberikan bantuan instrumen layanan informasi kedaruratan untuk Indonesia, agar kabar mengenai hal-hal gawat bisa langsung tersebar dan diketahui masyarakat dengan cepat.

"Bantuan Jepang untuk layanan kedaruratan, berupa instrument, alat," kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ahmad M Ramli di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (16/5).

Dengan alat itu, maka seluruh perangkat komunikasi terkoneksi, seperti telepon seluler, televisi dan radio. Informasi mengenai hal-hal darurat bisa langsung disebar pemerintah ke masyarakat.

Ia mengatakan, saat ini Indonesia memiliki SMS blash. Dengan sistem itu, maka pemerintah mengirimkan terus informasi kedaruratan melalui pesan singkat kepada masyarakat yang dirasa terdampak.

Namun, sistem itu dinilai masih kurang, karena hanya melalui pesan singkat telepon seluler.

"Di Jepang, kalau ada gempa, televisi akan di-'blok'. Orang yang menonton televisi langsung tahu," kata dia.

Instrumen bantuan Jepang itu rencananya bisa digunakan untuk di seluruh wilayah NKRI.

Rencananya, kesepakatan mengenai bantuan itu baru akan ditandatangani pada Juni 2019.

"Kami akan tandatangan bulan depan," kata dia.
 

Pewarta: Yuniati Jannatun Naim
Editor: Ridwan Chaidir
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar