counter

Kupang diminta siapkan generasi muda terkait dibangunya observatorium

Kupang diminta siapkan generasi muda terkait dibangunya observatorium

Gubernur NTT Viktor B Laiskodat memegang batu saat dilakukannya peletakan batu pertama perbangunan jalan Bokong-Lelogaama sepanjang 40 Kilometer. (Antara Foto/ Kornelis Kaha)

Pulau ini kecil tetapi hebat, karena ada dua negara yang ada di pulau ini, yakni Indonesia dan Timor Leste,
Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor B Laiskodat meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang untuk menyiapkan generasi muda di daerah itu untuk menyambut dibangunnya observatorium terbesar di Asia Tenggara di kabupaten itu pada 2020.

"Generasi muda kabupaten ini harus disiapkan mulai sekarang. Saat ini pemerintah NTT sudah mulai menyiapkan infrastruktur. Sumber Daya manusia (SDM) juga disiapkan untuk menyambut akan dibangunnya Observatorium tersebut," katanya di desa Hoeknutu, Kecamatan Takari, Kabupaten Belu, Kamis (16/5).

Hal ini disampaikannya saat memberikan kata sambutan ketika hendak melakukan peletakan batu pertama pembangunan jalan provinsi Bokong-Lelogama yang panjangnya mencapai 40 kilometer menuju lokasi pembangunan observatorium di gunung Tii Mau.

Ia menambahkan bahwa pembangunan infrstruktur di kabupaten Kupang seperti jalan dan akan dibangunnya observatorium terbesar itu, menunjukkan bahwa pulau Timor adalah pulau yang hebat walaupun kecil.

"Pulau ini kecil tetapi hebat, karena ada dua negara yang ada di pulau ini, yakni Indonesia dan Timor Leste," kata mantan anggota DPR RI itu.

Oleh karena itu, lanjutnya Pemda Kupang harus meningkatkan pendidikan genarasi muda di kabupaten itu mulai dari SD hingga SMA untuk menunjukkan bahwa pulau itu hebat.

"Bupati saya harapkan siapkan pendidikan terbaik buat anak-anak di sini, untuk membuktikan bahwa pulau ini hebat. Saya minta supaya mulai SD sudah bisa berbahasa Inggris," ujar dia.

Oleh karena itu, semua guru mulai dari SD harus bisa berbahasa Inggris sehingga kelak anak-anak didiknya juga bisa berbahasa Inggris dengan baik.

Menurut dia jika pembangunan observatorium itu sudah terlaksana nantinya akan banyak wisatawan yang datang dari berbagai negara, oleh karena itu anak-anak harus bisa berbahasa Inggris sekaligusnya menunjukkan bahwa kabupaten itu adalah kabupaten internasional.

"Anak-anak sekolah di sini juga harus diberikan pemahaman soal angkasa luar sehingga saat sudah beroperasinya observatorium anak-anak kita tidak diam karena tidak tahu," tambahnya.

Gubernur DKI minta masyarakat untuk menahan diri

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar