Karpowership bantu kebutuhan listrik warga di Pulau Timor

Karpowership bantu kebutuhan listrik warga di Pulau Timor

Kapal Pembangkit Listrik asal Turki Karadeniz Powership Gokhan Bey milik PT. Karpowership Indonesia di Bolok. (Antara Foto/ Kornelis Kaha)

Perusahaan tersebut selain mengalirkan listrik tetapi juga membantu warga di sekitarnya khususnya di Bolok, Kupang Barat dengan berbagai macam bantuan,
Kupang (ANTARA) - Keberadaan Kapal Pembangkit Listrik asal Turki Karadeniz Powership Gokhan Bey milik PT Karpowership Indonesia, di Bolok, sudah sangat membantu menerangi masyarakat di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya di Pulau Timor.

Bupati Kupang Korinus Masneno di Kupang, Jumat, mengatakan bahwa keberadaan kapal pembangkit listrik berkapasitas 60 MW dilihat dari sisi kelistrikan memang sudah sangat membantu warga dan bisa mendorong perekonomian daerah.

Namun, keberadaan Karpowership tidak hanya membantu pasokan listrik saja tetapi juga dari sisi kegiatan sosial yang dilakukan di Kupang banyak membantu warga setempat.

"Perusahaan tersebut selain mengalirkan listrik tetapi juga membantu warga di sekitarnya khususnya di Bolok, Kupang Barat dengan berbagai macam bantuan," kata dia.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) setempat Marthen L Mulik yang menilai bahwa keberadaan Kapal Pembangkit Listrik asal Turki sudah membantu masyarakat menerangi rumah-rumah khususnya di Pulau Timor selama kurang lebih tiga tahun ini.

YLKI sendiri, kata dia merasa senang karena keberadaan kapal listrik itu menambah pasokan listrik yang pada tahun-tahun sebelumnya daya listrik di Pulau Timor sangat kurang.

Namun sayangnya, tambah dia keberadaan kapal tidak sebanding dengan persiapan dari PLN wilayah NTT.

"Saat kapal itu datang infrastruktur di darat tak dipersiapkan, sehingga masih sering terjadi pemadaman, akibat pergantian fasilitas PLN yang lama," ujar dia.

Ia pun berharap PLN NTT saat ini sudah mulai siap mandiri, karena jika masa kontrak selesai dan tak dilanjutkan lagi PLN harus bisa memenuhi kebutuhan listrik di NTT yang semakin tinggi.

"Yang jadi pertanyaan apakah nanti PLN bisa berdiri sendiri jika kapal itu sudah pergi meninggalkan pulau Timor. Oleh karena itu menurut kami PLN harus siap mulai dari sekarang menyiapkan segalanya," tambah dia.

Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

YLKI minta Grab hentikan sementara penyewaan skuter listrik

Komentar