counter

Metropolitan

Warga Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri bagikan takjil

Warga Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri bagikan takjil

Mahasiswa Asrama Islam Sunan Giri Universitas Negeri Jakarta tengah membagi-bagikan takjil kepada pengendara sepeda motor dan mobil yang melintas di depan asrama (ANTARA News/Agus Saeful Iman)

Jakarta (ANTARA) - Mahasiswa penghuni Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri menyelenggarakan program bagi-bagi takjil menjelang buka puasa kepada pengendara sepeda motor dan mobil yang melintas di Jalan Sunan Giri Rawamangun, Jakarta Timur.

"Ramadhan merupakan bulan penuh berkah, sering dijadikan momentum untuk berbagi dengan sesama. Untuk itu kami sebagai mahasiswa rantau menggelar program ini sekaligus beramal," kata Goni, salah satu panitia program ini, Jumat.

Goni mengatakan kegiatan iftor on the road atau bagi-bagi takjil merupakan rangkaian dari berbagai kegiatan amal selama Ramadhan seperti sahur on the road, diskusi ngabuburit, dan santunan amal yatim dan dhuafa untuk 200 anak tanggal 26 Mei mendatang.

Asrama Mahasiswa Islam Sunan Giri merupakan asrama khusus untuk mahasiswa muslim yang berasal dari luar Jakarta. Lokasinya berada di Jalan Sunan Giri Nomor 1 Rawamangun Jakarta Timur yang tidak jauh dari Universitas Negeri Jakarta.

Para mahasiswa berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bandung, Bogor, Bekasi, Tanggerang, Berebes, Medan, Riau, bahkan Buton Sulawesi Tenggara.

Para mahasiswa ini mendapatkan dana dari hasil pengajuan proposal ke perusahaan-perusahaan dan bantuan dana dari alumni-alumninya.

“Kalau dana kita dari hasil pengajuan proposal ke perusahaan-perusahaan dan alumni-alumni asrama,” ujar Goni.

Asrama yang sudah berdiri selama lebih dari 50 tahun ini sudah berhasil mencetak tokoh-tokoh seperti Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Sekjen PPP Asrul Sani, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno.

Sebagian besar warga penghuni asrama berencana baru akan pulang ke kampung halaman setelah Shalat Idul Fitri.

“Saya nanti pulang kampung setelah Shalat Idul Fitri,” kata Andra, mahasiswa yang berasal dari Lampung.

Andra mengaku bahwa dia juga hanya pulang setahun sekali saat lebaran saja, mengingat jarak antara Jakarta-Lampung yang cukup jauh.

“Kangen juga dengan orang tua dan saudara-saudara, cuma kan ini perjuangan untuk menuntut ilmu, ya kita jalani saja,” kata Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan tersebut.

Selain Andra. ada Arip. Bagi Arip merupakan kali pertama menjalani ibadah puasa jauh dari keluarganya.

"Ini pertama kali saya menjalani puasa jauh dari rumah, tapi saya juga senang di sini karena bisa memberikan manfaat bagi banyak orang,” ujar Arip.
Baca juga: 260 pedagang takjil Pasar Lama diberikan edukasi makanan sehat
Baca juga: Masjid seribu tiang Jambi bagikan takjil gratis setiap harinya
Baca juga: Satpolairud Tanah Bumbu bagi takjil untuk masyarakat pesisir

Infografis:
Lama puasa di berbagai kota dunia
Lama puasa di berbagai kota dunia

Polisi bagi takjil, dikira razia

Pewarta: Ganet Dirgantara dan Agus Saeful Iman
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar