Nanning, China (ANTARA) - Pebulu tangkis Indonesia Greysia Polii akan berusaha untuk mengatasi tekanan dan bermain lepas di tengah target yang tinggi untuk merebut kembali Piala Sudirman di Nanning, China.

"Tekanan selalu datang di setiap Piala Sudirman dengan motivasi yang selalu ingin membawa pulang, jadi bukan sekarang saja," ungkap Greysia ketika ditemui di Nanning, Sabtu.

Baru satu kali meraih juara Piala Sudirman ketika di seri perdana, Indonesia pun mengaku optimistis bisa membawa pulang Piala Sudirman setelah tiga dasawarsa absen dari gelar tersebut.

"Setiap tim ingin datang ke sini untuk menang. Kami juga tidak lupa kami ke sini untuk menang, dengan sikap yang rendah hati kami tetap ingin memberikan yang terbaik," ungkap pasangan Apriyani Rahayu di sektor ganda putri itu.

"Kita kesampingkan apa kata lawan, kata penonton, kita pikirkan apa yang bisa kita katakan di lapangan."

"Sebagai atlet kita harus siap dengan kondisi apa pun, menang atau kalah, tapi harus kembali lagi dengan hati dan semangat yang baru lagi ke sini," kata atlet yang sudah enam kali membela Indonesia di Piala Sudirman itu.

baca juga:Mengintip peta kekuatan tim di Piala Sudirman 2019

Greysia dan Apriyani menjadi andalan Indonesia untuk mengawal sektor ganda putri, bersama Ni Ketut Mahadewi Istarani sebagai atlet cadangan di sektor itu.

Berada di Grup IB bersama Denmark dan Inggris, Indonesia memiliki jalan yang terbilang mulus untuk lolos fase grup dengan skuat Denmark yang sedang berada di masa transisi. Pertarungan antara keduanya akan menjadi partai terakhir di Grup IB pada 22 Mei.

Sedangkan di partai pembuka Grup IB, Indonesia akan berhadapan dengan Inggris pada Minggu. Piala Sudirman yang dihelat di Nanning, China itu akan dilangsungkan pada 19-26 Mei 2019.

baca juga:Indonesia andalkan dua sektor hadapi Inggris




 

Pewarta: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2019