counter

Warga antre tukar uang di area Simpang Lima Gumul Kabupaten Kediri

Warga antre tukar uang di area Simpang Lima Gumul Kabupaten Kediri

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (Baju hitam) serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Musni Hardi Kusuma Atmaja (baju putih) saat simbolis dalam program penukaran uang pecahan baru di area SLG Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (18/5). Foto istimewa

Sebenarnya untuk penukaran uang kas keliling ini masih ada sampai tanggal 28 Mei. Jadi masih ada tujuh kali lagi penukaran melalui kas keliling yang bersamaan dengan OPM di setiap kantor kelurahan di Kota Kediri
Kediri (ANTARA) - Ratusan warga antre menukar uang pecahan baru dalam program penukaran yang dilakukan serentak oleh delapan bank konvensional di area Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri Musni Hardi Kusuma Atmaja mengungkapkan kegiatan itu merupakan lanjutan dari kegiatan layanan penukaran uang yang sudah dilakukan Bank Indonesia Kediri sejak 7 Mei 2019.

"Sebenarnya untuk penukaran uang kas keliling ini masih ada sampai tanggal 28 Mei. Jadi masih ada tujuh kali lagi penukaran melalui kas keliling yang bersamaan dengan OPM di setiap kantor kelurahan di Kota Kediri," ujarnya dalam acara itu.

Musni Hardi juga menambahkan untuk penukaran uang ini disediakan 100 paket di setiap mobil layanan kas keliling. Setiap orang bisa menukarkan uang pecahan dengan nominal paling banyak Rp3,7 juta, dengan pecahan Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000 dan Rp2.000, masing-masing satu bendel.

"Untuk paketnya sama seperti yang kami lakukan bersamaan dengan OPM di kelurahan yakni 100 paket. Kalau ada yang belum kebagian nanti bisa menukarkan lagi di tujuh kas keliling yang tersisa," ujar dia.

Selain pada kas keliling, Musni Hardi menambahkan masyarakat bisa menukarkan uang di kantor cabang bank di Kediri. Penukaran ini hanya dilayani pada hari tertentu saja, yaitu hari Selasa dan Kamis pada pukul 09.00-10.00 WIB.

"Masih banyak waktu untuk menukarkan. Saya lihat tadi juga tidak semua menukarkan satu paket ada yang hanya setengahnya. Kalau ada sisa bisa dialokasikan. untuk teman-teman yang belum kebagian," kata dia.

Sementara itu, Bambang salah satu warga yang ikut antre menukarkan uang merasa senang karena Bank Indonesia telah melakukan pelayanan penukaran uang dengan kas keliling. Dengan adanya layanan ini, masyarakat terbantu karena jauh lebih mudah. Masyarakat tidak lagi pergi ke bank.

"Saya sebagai warga Kediri merasa senang. Jadi masyarakat tidak perlu tukar di bank maupun dij alan yang ada pungutannya. Semoga ke depan lebih baik lagi sehingga antreannya tidak berjubel," ungkap warga Kelurahan Semampir, Kota Kediri ini.

Dalam acara itu, juga hadir Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar serta Kapolres Kota Kediri AKBP Anthon Haryadi. Wali Kota secara simbolis menukarkan uang di mobil pelayanan khas keliling Bank Indonesia tersebut. Petinggi dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri juga ikut hadir.

Sedangkan, delapan institusi yang berpartisipasi dalam penukaran kas keliling pada Sabtu ini, selain dari Bank Indonesia, juga BCA, Bank Jatim, Bank Jatim Syariah, Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BRI Syariah, dan BNI. 

Baca juga: Hindari tukar uang berkali-kali, BI Kediri tandai penukar dengan tinta

Baca juga: BI: Penarikan uang tunai capai Rp37 triliun hingga hari ke-12 Ramadhan

Baca juga: Layanan penukaran uang Lebaran disiapkan di 17 "rest area" jalan tol

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

BI Malang alokasikan Rp53 miliar penukaran uang baru

Komentar