counter

LPAI dorong masyarakat tingkatkan peran serta perlindungan anak

LPAI dorong masyarakat tingkatkan peran serta perlindungan anak

Ketua Harian Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Henny Adi Hermanoe berbicara kepada Antara di sela-sela acara Gembira Bareng Anak Yatim di Ramadhan (Gebyar) 2019 di pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta, Sabtu (18/05/2019). (ANTARA News/Martha Herlianawati Simanjuntak)

Kita jangan cuma hanya bisa sedih di rumah, sebatas sedih marah kepada pelaku tetapi bagaimana supaya kejadian ini bisa kita antisipasi supaya tidak terjadi,
Jakarta (ANTARA) - Ketua Harian Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Henny Adi Hermanoe mendorong masyarakat meningkatkan peran serta dalam perlindungan anak sehingga anak terhindar dari kekerasan seksual.

"Kami mencoba mendorong peran serta masyarakat untuk aktif menjadi bagian dari perlindungan anak-anak karena melihat maraknya kekerasan terhadap anak," katanya di Jakarta, Sabtu.

Dia menjelaskan Seksi Perlindungan Anak di Tingkat Rukun Tetangga (Sparta) perlu dibangun di tiap kota kabupaten di seluruh Indonesia untuk semakin memperkuat perlindungan anak sampai ke seluruh wilayah Indonesia. Saat ini ada empat kabupaten dan kota yang sudah membentuk Sparta di antaranya Tangerang Selatan, Bengkulu Utara dan Banyuwangi.

Dia mengemukakan untuk perlindungan anak, maka masyarakat tidak hanya bisa diam, tapi harus aktif dan peduli terhadap lingkungan dan keberadaan anak-anak di sekitar lingkungan, sehingga jika ada kecurigaan yang mengarah pada kekerasan terhadap anak dapat segera dilaporkan ke pihak yang berwenang seperti Sparta dan polisi.

"Kita jangan cuma hanya bisa sedih di rumah, sebatas sedih marah kepada pelaku tetapi bagaimana supaya kejadian ini bisa kita antisipasi supaya tidak terjadi," ujarnya.

Untuk percepatan pembentukan Sparta di kota dan kabupaten di Indonesia, dia menambahkan pihaknya masih terus melakukan audiensi dengan gubernur. Sementara hingga saat ini, gubernur Provinsi Bengkulu sudah memberikan pernyataan akan membentuk Sparta di tingkat rukun tangga dan rukun warga.

"Masyarakat harus 'aware' (peduli) terhadap kehadiran orang-orang asing di lingkungan anak-anak kehadiran orang yang mencurigakan, masyarakat harus memiliki kesadaran yang tinggi untuk melindungi anak-anak kita," ujarnya.

Dia mengatakan Sparta juga dapat berfungsi untuk mengedukasi masyarakat tentang Undang-undang Perlindungan Anak dan menyadarkan masyarakat akan upaya perlindungan anak.

"Jadi bagaimana kita mendorong peran masyarakat untuk menjadi bagian penting, tidak akan terjadi anak sampai dipukuli, dijerat sama tali kalau tetangga tahu tetangga sadar dan mengetahui bahwa yang mendengar melihat tapi mengabaikan maka dia akan mendapatkan sanksi hukuman juga, masyarakat tidak tahu itu, nah kehadiran Sparta ini mendorong mereka untuk masyarakat lebih pintar belajar tentang Undang-undang Perlindungan Anak dan bagaimana melindungi anak-anak Indonesia," jelasnya.
 

Pewarta: Martha Herlinawati S
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar