counter

BPBD Lebak : Warga merasa senang tinggal di pengungsian

BPBD Lebak : Warga merasa senang tinggal di pengungsian

Warga korban bencana pergerakan tanah di Kabupaten Lebak tinggal di tenda pengungsian guna mengurangi risiko kebencanaan

Kami mendirikan tenda pengungsian diantaranya untuk mengurangi risiko kebencanaan,
Lebak (ANTARA) - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi mengatakan masyarakat korban bencana pergerakan tanah di Desa Sudamanik merasa senang tinggal ditenda pengungsian.

"Kita mendirikan dua tenda pengungsian dan menampung warga korban pergerakan tanah," ujarnya di Lebak, Sabtu.

BPBD hingga kini terus melakukan pemantauan di areal bencana pergerakan tanah sehubungan curah hujan di daerah itu cenderung meningkat.

Sebab, cuaca buruk tersebut dikhawatirkan menimbulkan bencana longsoran tanah yang dahsyat.

Saat ini, warga yang terdampak bencana pergerakan tanah tercatat 118 rumah dengan 44 rumah di antaranya mengalami kerusakan berat serta 22 rumah kerusakan ringan, termasuk mushala.

Selain itu juga ratusan jiwa terpaksa harus mengungsi akibat kerusakan rumah itu. "Kami mendirikan tenda pengungsian diantaranya untuk mengurangi risiko kebencanaan," tambahnya.

Ia mengemukakan, BPBD Kabupaten Lebak menetapkan tanggap darurat itu berlangsung selama dua bulan dan mulai terhitung 6 Mei hingga berakhir sampai 4 Juli 2019. Selama tanggap darurat mereka warga korban pergerakan tanah tinggal di tenda pengungsian.

Penetapan tanggap darurat tersebut sehubungan curah hujan di daerah itu meningkat, sehingga jumlah rumah yang mengalami kerusakan hingga roboh dipastikan bertambah.

Namun, pihaknya mengapresiasi sejauh ini masyarakat yang dilanda bencana pergerakan tanah sejak Januari 2019 sampai saat ini belum menerima laporan korban jiwa.

"Kami minta warga tetap waspada bencana longsoran tanah karena cuaca buruk itu," ujarnya.

Sejumlah pengungsi mengatakan bahwa mereka tinggal sudah berlangsung satu pekan terakhir di pengungsian sangat nyaman dan tenang dibandingkan menempati rumah.

Sebab, kondisi rumah khawatir roboh hingga melukai penghuni,sehingg lebih memilih tinggal di pengungsian. "Kami sangat tenang bersama keluarga tinggal di tenda pengungsian,karena tinggal di zona aman," kata Rusdi, warga Desa Sudamanik Kabupaten Lebak.
 

Pewarta: Mansyur suryana
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Seekor ikan hiu paus terdampar di perairan Lebak

Komentar