counter

Artikel

Mudik nyaman, rasakan aktivitas di Tol Trans Jawa nyaris tanpa tunai

Oleh Afut Syafril Nursyirwan

Mudik nyaman, rasakan aktivitas di Tol Trans Jawa nyaris tanpa tunai

Beberapa pilihan kartu pembayaran elektronik yang digunakan dalam pembayaran di sepanjang Tol Trans Jawa. (ANTARA/Afut syafril)

Transaksi nontunai ini selain praktis sekaligus mengurani risiko dibandingkan transaksi tunai...
Cirebon (ANTARA) - Mudik tidak membawa uang tunai? atau khawatir membawa banyak uang tunai? Tidak perlu panik, pemudik kini tidak perlu kerepotan dalam melakukan berbagai transaksi tunai di sepanjang Tol Trans Jawa.

Dompet pengendara tidak perlu lagi dijejali dengan uang kertas maupun uang receh yang kerap menjadi gangguan kecil ketika akan melakukan transaksi. Sisi positif lainnya, kemacetan panjang bisa dihindari karena waktu yang diperlukan pemudik akan lebih efisien dengan adanya transaksi cashless, tanpa uang tunai.

Kantor Berita Antara menyusuri rute Tol Trans Jawa sepanjang Jakarta hingga Solo. Berdasarkan pantauan Antara proses berkurangnya transaksi menggunakan tunai sudah tereleminasi mulai masuk gerbang tol.

Di setiap pintu tol sudah menggunakan kartu tol elektronik dari berbagai bank ataupun gerai-gerai retail yang memberikan fasilitas nontunai.

E-toll mampu memangkas waktu antre mobil yang menunggu portal tol terbuka. Tarif juga sudah terpampang di monitor gerbang, jika membutuhkan bukti transaksi, maka resi berupa kertas dapat diambil di mesin gerbang tol otomatis (GTO).

Jika lelah dan ingin beristirahat, rest area sepanjang Tol Trans Jawa siap memberikan fasilitas terbaiknya. Fisik mulai turun, perlu disegarkan kembali dengan mengkonsumsi makanan, baik makanan berat ataupun makanan ringan ada di tempat peristirahatan yang ada di sepanjang Tol Trans Jawa.

Asupan kopi bagi para pengemudi juga banyak pilihan,  baik kopi instan maupun racikan ala barista.  Semua kagiatan jual beli tersebut juga mampu dilakukan dengan satu kartu, baik debit maupun tawaran aplikasi penyimpan uang.

Beberapa kasir di rest area bahkan sudah menyiapkan mesin EDC untuk gesek debit ataupun kredit. Aplikasi penyedia jasa pembayaran juga sudah menginvasi kegiatan ekonomi di Tol Trans Jawa.

Seperti yang dilakukan, Irfan, salah satu pengendara mobil pribadi yang sedang isirahat di KM 260B Brebes. Irfan membeli beberapa oleh-oleh untuk kerabatnya di rumah, dan sekadar menyeruput kopi Nusantara di salah satu kedai rest area, semua aktivitasnya hanya membutuhkan kartu debit.

"Sebenarnya ada yang lebih mudah lagi, yaitu dengan  aplikasi pembayaran. Namun sayangnya, handphone saya tadi belum siap dengan aplikasi tersebut, jadinya
pakai kartu ATM saja," kata Irfan.

Benar kata Irfan. Beberapa BUMN yang bergerak di bidang perbankan, seperti BTN, BRI, BNI, dan Bank Mandiri telah bekerja sama untuk membuat aplikasi pembayaran LinkAja. Dengan aplikasi tersebut, transaksi pembayaran hanya menggunakan barcode. Transaksi ini tidak menggunakan kartu.

Beli BBM

Dari pengalaman mulai masuk tol, istirahat, makan di sepanjang tol sudah sama sekali tidak menggunakan tunai. Lalu apalagi? Tentu saja kendaraan juga membutuhkan bahan bakar untuk dapat melaju kembali melibas aspal Cipali dan seterusnya.

SPBU tentu menjadi satu-satunya pilihan di sepanjang ruas-ruas tol. Dalam transaksi ini pun, pengemudi tidak perlu repot merogoh kocek serta menunggu kembalian yang terkadang membutuhkan waktu lama.

Walaupun belum semua SPBU sepanjang Tol Trans Jawa dapat melayani, tetapi dimulainya program kerja sama akan mempermudah proses antrean pengisian kendaraan.

Pertamina Marketing Operation Region III bekerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memberikan kemudahan transaksi pembayaran untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina melalui Kartu Kredit BNI dan Kartu Debit BNI.

Dengan menggunakan kartu kredit dan kartu debit BNI dalam transaksi di SPBU, bahkan ditawarkan program cashback sampai dengan Rp100.000 untuk transaksi di seluruh SPBU Pertamina wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten

GM MOR III Tengku Fernanda menyatakan kerja sama ini sebagai bentuk dukungan kedua pihak terhadap anjuran Bank Indonesia untuk melaksanakan gerakan nasional nontunai (GNTT) dengan meningkatkan akses transaksi keuangan berbasis cashless society.

“Transaksi nontunai ini selain praktis sekaligus mengurani risiko dibandingkan transaksi tunai, dan diharapkan dapat meningkatkan minat konsumen SPBU Pertamina. Apalagi pada masa mudik balik Ramadhan-Idul Fitri 2019, program kerja sama ini nantinya dilengkapi dengan promo menarik bagi para pemudik,” jelas Fernanda.

Sementara itu, Pemimpin Divisi Bisnis Kartu BNI Okki Rushartomo menuturkan peluncuran ini sebagai tindak lanjut atas komitmen kerja sama dan sinergi BUMN antara BNI dan Pertamina dengan memberikan program promo menarik untuk para  konsumen setia Pertamina yang bertransaksi menggunakan Kartu BNI.

Kartu Kredit dan Kartu Debit BNI termasuk yang berlogo GPN sudah bisa digunakan untuk mendapatkan program promo cashback sampai dengan Rp100.000. Dengan demikian banyak kegiatan transaksi yang akan menghemat waktu.

Tetapi berdasarkan penelusuran Antara, tidak semua tempat peristirahatan menawarkan proses transaksi nontunai. Masih banyak tempat istirahat kecil yang masih menerapkan transaksi konvensional.

Ada juga tempat peristirahatan dengan sistem transaksi elektronik, namun beberapa gerai masih dapat menggunakan transaksi tunai.  Jadi bukan berarti tunai menghilang secara penuh. Adanya pilihan tunai dan nontunai setidaknya memberikan akses kemudahan bagi para penjual dan pembeli.

Mirah, salah satu UMKM binaan BNI juga menganggap transaksi nontunai mempermudah penghitungan laba. "Tidak ada masalah nontunai atau tunai, malahan bisa mempermudah, karena tidak repot mencari uang kembalian untuk pembeli, " katanya.

Oleh Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jalan Tol Pasuruan sisakan masalah pencairan ganti rugi

Komentar