counter

Empat BUMN donasi Rp850 juta untuk korban banjir Bengkulu

Empat BUMN donasi Rp850 juta untuk korban banjir Bengkulu

BUMN memberikan bantuan sebesar Rp850 juta untuk membantu korban banjir di Bengkulu. (Foto Antarabengkulu.com)

Bengkulu (ANTARA) - Empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yakni Bank Tabungan Negara (BTN), Peruri, PNRI dan Kantor Pos Indonesia lewat program BUMN Hadir untuk Negeri (BHUN) memberikan donasi sebesar Rp850 juta untuk membantu korban banjir di Bengkulu.

"Ini merupakan kegiatan safari BUMN di seluruh Indonesia dan hari ini kami lakukan di Provinsi Bengkulu," kata Direktur Consumer Banking Bank BTN, sekaligus koordinator program BUMN untuk negeri di Provinsi Bengkulu Budi Satria di Bengkulu, Minggu, malam.

Ia mengatakan dana tersebut antara lain untuk peningkatan sarana dan prasarana pembangunan tempat ibadah dan panti asuhan yang terdampak banjir di Provinsi Bengkulu Rp500 juta.

Selain memberikan bantuan peningkatan sarana dan prasarana, pihaknya juga memberikan santunan kepada anak yatim piatu yang terdampak banjir sebesar Rp250 juta dan bingkisan 1.000 Al-qur'an serta 1.000 kain sarung sebesar Rp100 juta.

"Mudah-mudahan kita dapat dukungan dari seluruh masyarakat untuk BUMN lebih eksis," kata Budi.

Asisten I Pemprov Hamka Sabri mengucapkan terima kasih atas bantuan BUMN bagi korban bencana banjir di Provinsi Bengkulu.

"Semoga BUMN di Provinsi Bengkulu tetap sukses dan berjaya," ujarnya.

Untuk diketahui ada 18 yayasan, pondok pesantren serta rumah ibadah yang menerima santunan dari BUMN Bengkulu yang berasal dari Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah.

Dari 18 penerima santunan ada 10 yang mewakili yaitu Pondok pesantren Darul mustafa, Panti Asuhan Zam Zam Global, Masjid Miftahul Huda, mesjid Al huda Desa genting, Pura Tirtasari, Panti Asuhan Kasih Sayang Bengkulu, Mesjid al huda desa Pagar Dewa, Mesjid Nurul Huda, mesjid Al fatih. ***3***

Pewarta: Helti Marini S
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mapag hujan, strategi Pemkot Bandung antisipasi banjir

Komentar