counter

"Rumah Merah Putih" kisah tentang anak perbatasan NTT-Timor Leste

"Rumah Merah Putih" kisah tentang anak perbatasan NTT-Timor Leste

Jumpa pers film "Rumah Merah Putih" di Jakarta, Senin (20/5/2019) (ANTARA News/Maria Cicilia Galuh)

Jakarta (ANTARA) - Alenia Pictures mempersembahkan film terbarunya yang berjudul "Rumah Merah Putih", ini merupakan produksi film panjang pertama setelah lima tahun vakum.

"Memang kami beristirahat selama lima tahun bikin film karena empat tahun ini kita lebih banyak bikin dokumenter. Kita memang menunggu waktu yang tepat untuk mengeluarkan film untuk seluruh penonton Indonesia," kata pria yang akrab disapa Ale ini dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.

"Rumah Merah Putih" bercerita tentang Farel Amaral dan Oscar Lopez yang tinggal di perbatasan NTT dan Timor Leste. Meski hidup dalam kesederhaan, rasa cinta mereka terhadap Tanah Air sangatlah mendalam.

Kisah keduanya berawal dari satu minggu menjelang perayaan 17 Agustus, ketika Farel dan Oscar berserta Anton dan David yang mengikuti lomba panjat pinang. Mereka gagal dan menyalahkan satu sama lain, malah semakin rumit saat dua kaleng cat merah putih Farel hilang.

Farel, Oscar dan teman-temannya kemudian mengumpulkan uang untuk membeli cat. Perjalanan inilah yang menjadi cerita utama dalam film "Rumah Merah Putih".

Alenia Pictures selalu membuat film yang mengangkat teman anak-anak dan nasionalisme, begitu juga dengan film yang sekarang. Bahkan, Ale dan Nia Sihasale Zulkarnaen, mengajak anak-anak asli Nusa Tenggara Timur yang tidak memiliki latar belakang dan pengalaman akting.

"Tujuh pemain utamanya anak-anak yang berasal dari NTT, mereka terpilih dari casting yang cukup ketat. Semua yang main di sini tidak ada yang punya pengalaman. Tapi hanya dengan workshop akting selama dua minggu, mereka luar biasa sekali," ujar Nia selaku eksekutif produser.

Menurut Nia, film ini juga terinspirasi dari kejadian yang sempat viral di mana bendera merah putih tidak bisa dikibarkan. Kisah viral tersebut ternyata mirip dengan skenario yang telah Alenia buat sejak empat tahun lalu.

"Skrip sudah ada sejak empat tahun lalu, tapi kita enggak tahu kalau ternyata ada kejadian yang viral pada Agustus tahun lalu. Karena kejadian itu, kita ngerasa kalau film ini memang harus diproduksi dan ini waktu yang tepat untuk mengeluarkan filmnya," jelas Nia.

Selain anak-anak asli dari NTT, film ini juga dibintangi oleh Pevita Pearce, Yama Carlos, Shafira Umm, Abdurrahman Arif dan Dicky Tapitapikalawan. "Rumah Merah Putih" rencananya tayang pada 20 Juni 2019.

Baca juga: Ari Sihasale ingin buat film dokumenter tentang Ambon

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar