counter

Playoff NBA

CLS jagokan Bucks turut kejutkan Warriors

CLS jagokan Bucks turut kejutkan Warriors

Pebola basket Toronto Raptors Marc Gasol (33) berebut bola rebound dengan pemain Milwaukee Bucks Giannis Antetokounmpo pada game ketiga final wilayah timur Playoff NBA 2019 di Toronto, Ontario, AS, Minggu (19/5/2019). Raptors memenangi game tersebut dengan skor 118-112. ANTARAFOTO/Reuters/Tom Szczerbowski-USA TODAY Sports/foc.

Jakarta (ANTARA) - Para penggawa BTN CLS Knights Indonesia terbelah pendapatnya mengenai siapa tim yang mereka jagokan untuk menjuarai NBA musim ini, namun Milwaukee Bucks disebut punya kesamaan "nasib" dengan mereka musim ini.

Di NBA, saat ini Golden State Warriors unggul 3-0 atas Portland Trail Blazers dan cuma butuh satu kemenangan untuk melenggang ke final NBA, sedangkan Toronto Raptors baru saja memperkecil ketertinggalan dari Milwaukee Bucks menjadi 1-2 usai memenangi gim ketiga final Wilayah Timur NBA.

Baca juga: Lalui dua kali overtime Raptors rebut Gim 3

Di sela perayaan menjuarai ABL 2018/2019 di Menara BTN, Jakarta, Senin, para penggawa CLS yang hadir urun suara soal tim yang mereka jagokan bisa menjuarai NBA musim ini.

Brian Rowsom (Pelatih CLS)
Pelatih asal Amerika Serikat itu mengaku "bosan" dengan dominasi Warriors di NBA dalam beberapa musim terakhir dan berharap Bucks bisa mengikuti jejak CLS yang menjuarai ABL 2018/2019 meski awalnya tak dijagokan.

"Saya maunya Bucks, agak bosan dengan keberhasilan Warriors jadi juara. Tapi Bucks bisa saja mengikuti jejak CLS menciptakan kejutan di CLS," katanya.

Arif Hidayat (Kapten CLS)
Arif, salah satu pemain lokal yang banyak berkontribusi bagi CLS musim ini mengaku ingin melihat kandidat Pemain Terbaik (MVP) NBA, Giannis Antetokounmpo, bisa meraih gelar juara NBA.

"Milwaukee Bucks. Saya pingin lihat Giannis jadi juara," ujarnya.

Wong Wei Long (Shooting guard CLS)
Pemain impor asal Singapura tersebut menjadi bintang kemenangan CLS di gim kelima lewat tembakan tripoinnya di sisa waktu satu menit pertandingan di OCBC Arena, Rabu (15/5) kemarin.

Wei Long, yang memang suka berkelakar, mengaku ingin Trail Blazers bisa menciptakan kejutan bersejarah yakni membalikkan ketertinggalan 0-3 sebagai tim pertama yang bisa melakukannya di NBA.

"Kalau saya mau Trail Blazers. Itu tentu akan menciptakan kejutan yang luar biasa," katanya.

Brandon Jawato (Guard CLS)
Secara realistis, Brandon mengakui bahwa sulit untuk menandingi kelengkapan talenta dan kualitas pemain yang dimiliki Warriors. Sehingga kemungkinan terbesar adalah Warriors menjadi juara, namun ia tetap tak menutup peluang Bucks untuk menciptakan kejutan.

"Sulit bagi tim lain untuk menandingi kualitas tim Warriors yang begitu lengkap. Tapi, saya tetap mendukung Bucks untuk jadi juara. Sebab kami, CLS juga tak diunggulkan tapi bisa jadi juara," ujarnya.

Sandy Kurniawan (Guard CLS)
Sandy mengaku ia sebetulnya menjagokan San Antonio Spurs di tiap musim NBA, namun musim ini langkah Spurs terhenti di putaran pertama playoff di tangan Denver Nuggets.

"Spurs udah kalah, tapi melihat dari tim yang tersisa yang paling kompetitif dan mungkin jadi juara adalah Warriors," katanya.

Rachmad Febri Utomo (Guard CLS)
Febri memiliki pilihan yang paling berbeda di antara rekan-rekannya yang lain. Ia menjagokan Raptors bisa bangkit dari ketertinggalan untuk melewati Bucks dan mencapai final serta meraih trofi Larry O'Brien.

"Saya lihat mereka sudah step up sedari awal musim sampai ke final wilayah ini, saya pikir Raptors bisa berkesempatan," kata Febri.

Baca juga: Warriors terancam tanpa Iguodala di gim keempat

Pewarta: Gilang Galiartha
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Berlatih basket bersama pemain NBA Jason Anthoney Richardson

Komentar