Safari Ramadhan sebagai ajang jaring aspirasi warga

Safari Ramadhan sebagai ajang jaring aspirasi warga

Plt Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin (tengah) saat silaturahim dalam rangka safari Ramadhan di Desa Sobo, Munjungan, Trenggalek, Rabu (15/5) (Ist/foto humas pemkab Trenggalek)

Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Plt Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin aktif menyampaikan program pembangunan daerah sambil menjaring aspirasi warganya selama menjalani program safari Ramadhan lintasdesa lintaskecamatan setempat sepekan terakhir.

Pantauan di lini masa dan media resmi Pemkab Trenggalek, Senin, Plt Bupati M Nur Arifin hampir setiap hari melakukan safari Ramadhan di wilayah desa dan kecamatan berbeda.

Tak jarang pula Gus Ipin, demikian ia biasa disapa, menginap untuk sekedar cangkrukan sembari beramah tamah dengan warganya sambil menggali aspirasi mereka.

Saat berkunjung ke Desa Ngares Kecamatan Trenggalek, misalnya, usai mengikuti shalat taraweh dan bersilaturahim dengan alim ulama serta tokoh masyarakat Desa Ngares, Gus Ipin menawarkan kepada warga untuk ikut berperan aktif dalam pengawasan pekerjaan infrastruktur di wilayah tersebut.

Sikap tegas ini sebagai tanggapan Gus Ipin atas keluhan warga yang menyoal hasil pekerjaan sejumlah oknum rekanan yang kurang maksimal.

"Dengan ikut menjaga dan mengawasi pekerjaan fisik di lingkungan sekitarnya, diharapkan pekerjaan dilaksanakan dengan baik," ujarnya.

Selain itu, Ipin juga melaporkan penggunaan APBD di Kecamatan Trenggalek.

"Sekarang saya beri nomor LAPOR - 0822 3334 3800, jangan segan melaporkan ke nomor ini bila pekerjaan fisik dikerjakan asal-asalan," katanya.

Dia sampaikan bahwa jabatan Bupati adalah jabatan yang diamanahkan oleh rakyat.

"Sebagai abdi masyarakat, saya punya kewajiban untuk lapor rakyat," tuturnya.

Hal serupa juga dilakukan Gus Ipin saat menggelar Safari Ramadhan di Desa Sengon, Kecamatan Bendungan atau di Desa Senden, Kecamatan Kampak dan Desa Krandegan, Kecamatan Gandusari.

Di antaranya, Gus Ipin meminta kepada warga yang lahir sebelum tahun 1945 untuk maju ke depan. Ia juga memberikan kesempatan kepada anak yatim untuk membacakan doa.

Kemudian Gus Ipin meminta anak-anak yang memiliki gigi rusak (gigis dalam bahasa Jawa) untuk maju ke depan.

Sebelum memberikan hadiah, Gus Ipin meminta kepada anak-anak tersebut untuk membaca hafalan surat-surat pendek dari Alqur'an dan juga menghafal Pancasila.

Baca juga: Safari Ramadhan, ajang Forkopimda-warga bersilaturahim

Baca juga: Panglima TNI-Wakapolri safari Ramadhan di Banten

 

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Dari Baznas untuk kemaslahatan umat

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar