Kondisinya sama seperti tahun lalu, jumlah penumpang yang memanfaatkan moda transportasi bus untuk masa angkutan Lebaran 2019 tetap mengalami penurunan
Yogyakarta (ANTARA) - Jumlah penumpang yang memanfaatkan moda transportasi bus untuk angkutan Lebaran 2019 di Terminal Giwangan Yogyakarta diperkirakan mengalami penurunan dibanding masa angkutan Lebaran 2018, bahkan penurunan diperkirakan hingga delapan persen.

“Kondisinya sama seperti tahun lalu, jumlah penumpang yang memanfaatkan moda transportasi bus untuk masa angkutan Lebaran 2019 tetap mengalami penurunan,” kata Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Giwangan Yogyakarta Bekti Zunanta di Yogyakarta, Selasa.

Pada tahun 2019 ini, rata-rata jumlah penumpang yang datang ke Terminal Giwangan mengalami penurunan sekitar delapan persen yaitu dari 13.000 penumpang per hari pada masa angkutan Lebaran tahun 2018 menjadi sekitar 11.700 penumpang per hari.

Sedangkan penumpang yang diberangkatkan dari Terminal Giwangan Yogyakarta juga mengalami penurunan sekitar lima persen yaitu dari 15.000 orang per hari menjadi sekitar 14.000 orang per hari.

Bekti menyebut, masih mahalnya harga tiket pesawat tidak berpengaruh pada peningkatan jumlah penumpang karena masyarakat justru beralih ke moda transportasi lain seperti kendaraan pribadi terlebih libur Lebaran pada tahun 2019 ini juga cukup panjang.

“Libur Lebaran juga disambung dengan libur sekolah. Jadi, banyak keluarga yang memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk mudik sekaligus berwisata,” katanya. Libur Lebaran pada tahun 2019 ini akan dimulai pada 30 Mei hingga 9 Juni.

Sedangkan keberadaan jalan tol trans Jawa juga mempengaruhi penurunan jumlah penumpang di Terminal Giwangan selama masa angkutan Lebaran 2019 karena banyak penumpang tujuan akhir Solo tidak perlu lagi masuk ke Giwangan.

Meskipun jumlah penumpang yang datang maupun diberangkatkan dari Terminal Giwangan Yogyakarta mengalami penurunan, namun Bekti memastikan tetap akan berkoordinasi dengan Organda DIY terkait penyediaan bus cadangan.

“Jumlah penumpang Lebaran memang turun, tetapi jika dibanding rata-rata jumlah penumpang reguler tetap terjadi kenaikan. Bus yang dioperasionalkan secara reguler tidak akan cukup untuk memenuhi permintaan sehingga harus tetap ada bus cadangan,” katanya.

Puncak kedatangan penumpang untuk masa angkutan Lebaran tahun ini diperkirakan terjadi pada 2 Juni sedangkan puncak arus balik di Terminal Giwangan diperkirakan terjadi pada 9 Juni 2019.

“Selain mempersiapkan armada, di terminal juga akan dibuka beberapa posko untuk mendukung pelaksanaan masa angkutan Lebaran seperti posko keamanan dan kesehatan,” katanya.

Baca juga: Yogyakarta pastikan uji kelaikan bus Lebaran demi keamanan penumpang

Baca juga: Perusahaan otobus akui penurunan penumpang pascamudik gratis

Baca juga: Pergeseran penumpang pesawat ke darat diperkirakan hingga 30 persen


Pewarta: Eka Arifa Rusqiyati
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2019