counter

Penggemar sumo inginkan Trump bersila, bukan duduk di kursi

Penggemar sumo inginkan Trump bersila, bukan duduk di kursi

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan keterangan pers sebelum kunjungan ke Louisiana dari White House di Washington, Selasa (14/5/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Barria/aww.

Jakarta (ANTARA) - Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan mendapat sambutan meriah dari komunitas sumo ketika dijadwalkan akan menyerahkan "Trump Award" kepada juara di turnamen Summer Grand Sumo di Tokyo pada 26 Mei mendatang.

Tapi sebagian penggemar sumo merasa kecewa ketika mengetahui bahwa Trump mendapat perlakuan khusus karena akan menyaksikan pertandingan sambil duduk di kursi, bukan bersila seperti yang sudah menjadi kebiasaan selama ini.

Trump direncanakan akan menyaksikan tiga pertandingan final di hari terakhir turnamen di arena Ryogoku Kokugikan bersamma Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, disela-sela kunjungan kenegaraan pada 25-28 Mei mendatang. Istrinya Melania Trump dan istri Abe, Akie Abe, juga akan hadir.

"Saya kira akan sangat menyenangkan," kata Trump mengomentari pertandingan sumo saat jumpa pers pada April lalu.

Sebagian anggota komunitas sumo menyambut gembira kehadiran Trump yang diyakini bisa ikut mendongkrak popularitas olahraga tradisional Jepang tersebut.

"Sumo adalah budaya tradisional Jepang. Bukan hanya soal menang atau kalah. Jadi akan sangat bagus jika presiden terlibat dan ikut menyerahkan trofi," kata Kazuo Saito, pelatih sumo dari Universitas Sain Olahraga Nippon.

Trump, presiden berusia 72 itu, akan duduk menyaksikan pertandingan sambil duduk di kursi, bukan bersila di lantai dengan pakaian tradisional "zabuton" yang selama ini sudah menjadi sebuah keharusan.

Hal itulah yang membuat kecewa para penggemar sumo.

Masaru Tomamoto, penggemar sumo berusia 73 tahun, mengatakan bahwa ia bersimpati dengan Trump, tapi alangkah baiknya jika pemimpin AS itu juga mengikuti adat yang selama ini dijalankan.

"Tapi jika Trump menyaksikan pertandingan olahraga tradisional Jepang, saya kira akan lebih baik bagi dia untuk duduk bersila dengan pakaian tradisionall di lantai, dari pada duduk di kursi," katanya.

Trump harus menaiki "dohyoa", ring sumo saat akan memberikan trofi kepada sang juara bersama Abe. Jika mengikuti budaya, Trump juga tidak akan menggunakan sepatu, tapi sandal tradional.

Hampir satu perdelapan dari total 11.000 kursi telah dipesan untuk rombongan Trump dan Abe beserta pasukan keamanan.

Trump bukanlah pemimpin asing pertama yang akan menyerahkan trofi kepada juara turnamen sumo tersebut.

Mantan Presiden Perancis Jacques Chirac, yang dikenal sebagai penggemar sumo, pernah mengadakan Piala Presiden Perancis dan menyerahkan tropi kepada pemenang pada 2000.

Tropi tersebut diserahkan setiap tahun oleh Chirac sampai ia tidak lagi menjabat pada 2007.

Pewarta: Atman Ahdiat
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

TKN Jokowi-Amin: Ada strategi ala Trump untuk mendelegitimasi pemilu

Komentar