counter

Organda Aceh siapkan 4.102 bus mudik lebaran

Organda Aceh siapkan 4.102 bus mudik lebaran

Seorang pekerja menunjukkan jaring besi angkutan mudik antarkota antarprovinsi di Terminal Lhokseumawe, Aceh, Rabu (14/6/2018). Para operator bus angkutan penumpang mudik lebaran melengkapi pelindung besi pada kaca depan mengantisipasi pelemparan bus. (Antara Aceh/Rahmad)

Banda Aceh (ANTARA) - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Aceh menyiapkan sekitar 4.102 unit bus angkutan mudik atau pulang kampung Idul Fitri 1440 Hijriah.

"Kami sudah siapkan kurang lebih 4.102 unit bus, baik berbadan besar, maupun sedang dan kecil untuk arus mudik lebaran tahun ini," kata Ketua Organda Aceh H Ramli di Banda Aceh, Rabu.

Menurut H Ramli, 4.102 armada angkutan tersebut terdiri 602 bus berbadan besar, dan 3.500 unit minibus jenis L300. Jumlah armada mudik ini diperkirakan mampu menampung ribuan pemudik, baik dalam Provinsi Aceh maupun ke luar Aceh, Sumatera Utara.

Untuk bus besar, kata H Ramli, lebih banyak beroperasi melayani penumpang dari Banda Aceh ke kawasan pantai timur maupun sebaliknya. Sedangkan ke kawasan pantai barat, umumnya dilayani minibus seperti L300.

Masyarakat pengguna transportasi darat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan armada mudik lebaran. Organda Aceh akan menyiapkan angkutan melayani kebutuhan transportasi darat di Aceh jelang dan sesudah lebaran.

"Masyarakat tidak perlu khawatir. Sekarang ini jumlah angkutan umum bertambah, begitu juga perusahaan atau operator penyedia angkutan, sudah semakin banyak di Aceh hingga kini ada 29 perusahaan angkutan," kata H Ramli.

Mengenai jumlah penumpang, H Ramli memperkirakan untuk mudik Idul Fitri tahun ini akan meningkat dibanding tahun lalu. Hal ini dipengaruhi mahalnya tiket pesawat terbang.

"Masyarakat yang sebelumnya mudik dengan pesawat udara, lebih memilih bus. Apalagi sekarang ini banyak bus menawarkan fasilitas mewah kepada penumpangnya," sebut H Ramli.

Terkait dengan tarif angkutan, H Ramli mengatakan tidak berlaku lagi tuslah harga tiket. Tarif atau tiket angkutan umum diatur berdasarkan batas bawah dan batas atas.

Karena itu, H Ramli mengingatkan perusahaan angkutan umum mematuhi tarif batas bawah dan atas. Selain itu, perusahaan angkutan juga diminta meningkatkan pelayanan kepada penumpang.

Musim mudik ini merupakan kesempatan bagi perusahaan angkutan umum. Apalagi diperkirakan jumlah penumpang akan lebih banyak lagi dari tahun sebelumnya. Jadi, berilah pelayanan terbaik kepada masyarakat," pungkas H Ramli.

Baca juga: Pendatang di Aceh Barat pilih mudik Lebaran terbang transit Malaysia
Baca juga: Jalan Megawati pilihan jalur alternatif Medan-Aceh
Baca juga: Jasa Raharja Aceh siagakan semua pegawai di pos mudik Lebaran

Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Mencegah Kota Banda Aceh dari serbuan narkoba

Komentar