counter

Analis: IHSG bervariasi dan berpeluang menguat pasca-aksi massa 22 Mei

Analis: IHSG bervariasi dan berpeluang menguat pasca-aksi massa 22 Mei

Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/)

Sentimen pasar yang variatif dari eksternal dan juga global akan mendorong IHSG dapat bergerak mixed...
Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi dibuka menguat pasca aksi massa yang sempat ricuh pada Rabu (22/5) kemarin.

IHSG dibuka dibuka menguat 4,4 poin atau 0,07 persen ke posisi 5.944,03. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 bergerak naik 1,43 poin atau 0,15 persen menjadi 923,16.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah di Jakarta, Kamis, mengatakan, kondisi keamanan Jakarta pasca-aksi massa 22 Mei lalu masih diwarnai berlanjutnya bentrokan antar-massa  dengan aparat keamanan terjadi hingga dini hari.

"Namun, diperkirakan pengaruh terhadap pasar mulai mereda dan diperkirakan dapat mengurangi kecemasan investor atas kondisi keamanan di Jakarta," ujar Alfiansyah.

Baca juga: Stasiun MRT Senayan hingga Dukuh Atas kembali dibuka

Tetapi kendala bagi pergerakan IHSG pada perdagangan saham hari ini bisa terdampak oleh koreksi atas saham-saham di Amerik Serikat (AS) pada Rabu (22/5) yang dapat berpengaruh bagi pasar Asia. IHSG pun diprediksi akan bergerak variatif hari ini.

"Sentimen pasar yang variatif dari eksternal dan juga global akan mendorong IHSG dapat bergerak mixed, namun bepeluang menguat," kata Alfiansyah.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain Indeks Nikkei melemah 175,5 poin (0,82 persen) ke 21.107,87, Indeks Hang Seng melemah 306,65 poin (1,11 persen) ke 27.399,29, dan Indeks Straits Times melemah 21,02 poin (0,66 persen) ke posisi 3.162,12.

Baca juga: Rupiah Kamis pagi menguat 17 poin

 

Presiden Tutup IHSG Tertinggi Dalam Sejarah

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar