Instagram dan Facebook sempat down, ini manfaat jauhi media sosial

Instagram dan Facebook sempat down, ini manfaat jauhi media sosial

ilustrasi (Shutterstock)

Jakarta (ANTARA) - Kemarin, pengumuman pemerintah untuk membatasi akses media sosial sementara menuai reaksi para warganet yang mengeluh di linimasa Twitter, salah satu media sosial yang tidak terpengaruh.

Dilihat dari sisi lain, membatasi akses media sosial sebenarnya punya dampak positif bagi diri sendiri.

Dilansir Forbes, ada beberapa alasan pentingnya menjauh dari media sosial, hal yang sudah diterapkan oleh sejumlah pesohor seperti Ariana Grande hingga Selena Gomez.

Tidak membandingkan dengan orang lain

Media sosial bisa jadi sumber kekhawatiran, bisa jadi karena membandingkan kehidupan pribadi dengan orang lain yang terkesan jauh lebih superior. Menjauhkan diri dari hal-hal negatif seperti itu bisa dimulai dengan kesadaran untuk tidak terlalu bergantung pada media sosial.

Para ilmuwan dari Universitas Pennsylvania, seperti dikutip dari CNBC, pernah meneliti hubungan antara penggunaan Facebook, Instagram dan Snapchat dengan rasa kesepian dan depresi.

Penelitian mereka membuktikan pembatasan media sosial juga menurunkan gejala-gejala depresi.

Punya waktu untuk hal lain

Waktu berjam-jam yang dihabiskan untuk melihat siapa saja orang yang menonton Instagram Stories, berapa jumlah likes yang didapat dari foto terbaru atau membaca komentar-komentar bisa dialihkan pada aktivitas lain.

Buku-buku baru yang masih belum dibuka kemasannya bisa mulai dibaca lagi, bercengkrama dengan teman-teman lama atau mengobrol dari hati ke hati dengan keluarga.

Psikolog Lauren Hazzouri mengingatkan bahwa selama menjauh dari media sosial, kita juga harus melakukan sesuatu agar tidak lagi terpengaruh ketika melihat unggahan-unggahan di media sosial.

Buatlah tujuan yang jelas dan lakukan upaya-upaya di kehidupan nyata agar jadi lebih percaya diri sehingga tidak ada kekhawatiran ketika melihat potret sempurna kehidupan orang lain di Instagram.

Advokat kesehatan mental Larissa May berbagi lima cara memulai detoksifikasi media sosial dalam porsi ringan.

Pertama, matikan semua notifikasi media sosial dan kelompokkan semua aplikasi itu dalam folder sehingga sulit diakses.

Selain itu, tinggalkan handphone di rumah ketika tidak betul-betul diperlukan, misalnya saat ke warung atau berolahraga.

Anda juga bisa membuat zona bebas handphone, misalnya dengan mengisi daya handphone di luar kamar tidur. Cahaya biru dari layar handphone yang dilihat sebelum tidur bisa menghambat tidur.

Jika memungkinkan, nyalakan mode pesawat sebelum tidur sehingga tidak ada notifikasi masuk saat baru bangun tidur.

Cobalah mempraktikannya pada akhir pekan, rasakan bagaimana pengalaman itu pada Minggu malam dan tahan keinginan untuk kembali mengakses media sosial hingga Senin.


Baca juga: Puasa Ramadhan, puasa medsos?

Baca juga: Mengumpat dan mencaci di medsos, apakah membatalkan puasa?

Baca juga: Kevin Julio "puasa" medsos

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Belajar agama di media sosial meningkat, berpotensi disrupsi

Komentar