Jakarta (ANTARA) -
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir meminta pendemo untuk menyudahi aksi demo yang berlangsung di depan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI.
 
"Kita menghargai proses politik, memperjuangkan hak tentang masalah yang berkaitan dengan pemilu yang dilakukan oleh para pendemo. Mereka tulus, mereka ikhlas, tapi juga manakala ada hal yang jauh lebih banyak mudaratnya, tentu lebih baik dicukupkan," ujar Haedar dalam temu media di Jakarta, Kamis.
 
Haedar juga mengecam aksi kericuhan yang terjadi pada 21-22 Mei di Jakarta.
 
"Kami mengecam keras kerusuhan yang terjadi oleh para perusuh anarkis," ujar dia.
 
Haedar berharap kasus aksi kericuhan tersebut dapat diusut secara tuntas. Dia juga mengapresiasi penyelesaian pemilu melalui jalur konstitusi.
 
"Kami berharap Mahkamah Konstitusi juga untuk menyikapinya dengan profesional, adil, jujur dan berdiri tegas di atas konstitusi dan hukum," kata Haedar.
 
Haedar juga berharap semua pihak untuk menyelesaikan dan berhenti melakukan proses politik yang membuka peluang pada situasi yang tidak diinginkan, dan mempercayakan pada proses hukum.
 
"Kita juga berharap bahwa semua pihak termasuk para tokoh bangsa, pejabat publik, warga masyarakat untuk betul betul bijak, dewasa, cerdas dan tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang memanaskan hati," ujar Haedar.
 
Khusus bagi warga Muhammadiyah, Haedar mengajak untuk betul-betul khusnul hasanah, tidak terpancing oleh berbagai informasi yang dapat membuat kita menjadi sesat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
"Bersikap kritis, cerdas, bijak sebagaimana karakter warga Muhammadiyah, bahkan ikut menjalin kembali retak dan suasana kehidupan bangsa yang sempat terbelah untuk menjadi bangsa yang betul-betul bersatu penuh dengan persaudaraan," kata Haedar.

Pewarta: Arindra Meodia, Joko Susilo
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2019