counter

Alami keterlambatan, jenazah Ustadz Arifin Ilham tiba sore hari

Alami keterlambatan, jenazah Ustadz Arifin Ilham tiba sore hari

Kakak ipar ustadz Arifin Ilham, Nazmi Bawazir (kanan) di Majelis Az-Zikra Sentul Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/5/2015). (FOTO ANTARA/M Fikri Setiawan).

Terjadi 'delay' (keterlambatan) karena koordinasi pesawat belum bisa terbang. Karena kondisi sedang panik jadi lupa harus mengurus ke KJRI
Babakanmadang, Bogor (ANTARA) - Jenazah ustadz Arifin Ilham diperkirakan akan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Kamis sore pukul 15.00 WIB, setelah pesawat jet pribadi yang digunakan menjemput dari Halim Perdanakusuma ke Penang, Malaysia mengalami keterlambatan.

"Estimasi baru sampai Jakarta pukul 15.00 WIB. Baru 'take off' dari sini pukul 10.00 WIB, diperkirakan sampai 12.30 waktu Penang, atau 13.30 WIB," kata kakak ipar ustadz Arifin Ilham, Nazmi Bawazir di Majelis Az-Zikra Sentul Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis pagi.

Menurutnya, jadwal penjemputan sempat mengalami keterlambatan lantaran terkendala kelengkapan administrasi, yaitu pengurusan izin di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).

Nazmi mengatakan, setelah pesawat tiba di Penang, tak berselang lama jenazah ustadz Arifin Ilham segera diberangkatkjan ke Bandara Halim Perdanakusuma sehingga estimasi tiba pukul 15.00 WIB.

"Terjadi 'delay' (keterlambatan) karena koordinasi pesawat belum bisa terbang. Karena kondisi sedang panik jadi lupa harus mengurus ke KJRI," kata kakak dari Umi Rania yang merupakan istri kedua ustadz Arifin Ilham.

Almarhum akan dishalatkan di dua lokasi berbeda setibanya di Bogor.

"Beliau beramanat ingin dishalatkan di Az-Zikra Sentul, setelah itu dishlatkan juga di Az-Zikra Gunung Sindur, lalu dimakamkan di sana (Gunung Sindur)," kata Ketua Yayasan Az-Zikra, Khotib Kholil.

Baca juga: Obituari - Arifin Ilham dan zikir yang menenteramkan hati

Baca juga: Jenazah Ustadz Arifin Ilham akan dishalatkan dua kali di Bogor

 

Pewarta: M Fikri Setiawan
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar