Pengamat nilai Budi Waseso berpeluang jadi Mentan

Pengamat nilai Budi Waseso berpeluang jadi Mentan

Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Budi Waseso dalam perayaan ulang tahun ke-52 Perum Bulog, di Jakarta, Sabtu (27/4/2019). (ANTARA/Indra Arief Pribadi)

Apa ada Dirjen di Pertanian yang diangkat jadi Menteri Pertanian? Sejauh ini setahu saya belum pernah. Pertanian itu sektor yang sangat strategis, pasti Presiden akan ambil dari masukan banyak pihak
Jakarta (ANTARA) - Pengamat pemerintahan dari Masud Said Institute, Prof M Mas'ud Said menilai bahwa Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, lebih berpeluang menjadi Menteri Pertanian dibanding pejabat karier dari internal Kementerian Pertanian.

"Apa ada Dirjen di Pertanian yang diangkat jadi Menteri Pertanian? Sejauh ini setahu saya belum pernah. Pertanian itu sektor yang sangat strategis, pasti Presiden akan ambil dari masukan banyak pihak," kata Prof M Mas'ud Said, dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Pria yang juga Direktur Pascasarjana Unisma Malang ini menilai kecil kemungkinan Aparatur Sipil Negara (ASN) berkesempatan menjadi menteri, meski sudah setingkat dirjen dan paham betul seluk beluk kementerian.

Hal tersebut, lanjutnya, karena menteri yang kerap berasal dari internal kementerian itu sendiri biasanya adalah di Kementerian Luar Negeri, sedangkan untuk Kementan hal itu dinilai sukar terjadi.

"Selama ini Dirjen itu hidup dalam bayang bayang menterinya baik secara media coverage maupun dalam politik. Karena semua akhirnya mempertimbangkan faktor kontribusi politik maka agak kecil kemungkinan Direktur atau Dirjen menjadi menteri, apalagi biasanya mereka selalu diminta netral dalam pemilihan umum," jelas Mas’ud Said.

Di sisi lain, ia menilai antrean orang yang menginginkan posisi menteri di Kabinet Jokowi-Maruf 2019-2024 bakal semakin panjang.

Namun, menurut Masud Said, diyakini bahwa pertimbangan profesional, pertimbangan kontribusi politik, dan pemanggilan orang orang yang memiliki reputasi sebagai eksekutor di bidangnya akan menjadi pertimbangan oleh presiden.

Terpisah, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arya Sinulingga mengatakan peluang Budi Waseso menjadi menteri pertanian bisa saja ada, tetapi semua tergantung dari kewenangan Jokowi.

Arya melanjutkan, untuk periode kedua, Presiden Jokowi tidak mempunyai banyak beban dalam memilih menteri sehingga Jokowi menginginkan orang yang tepat dan mempunyai kemampuan di bidangnya.

Sebagaimana diwartakan, kiprah Budi Waseso sebagai Direktur Utama Perum Bulog diapresiasi oleh sejumlah pihak dan menilai bahwa mantan Kepala Badan Narkotika Nasional itu juga layak bila ditempatkan di jabatan lainnya yang terkait sektor pertanian nasional.

Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing, dalam rilis, Sabtu, menilai Budi Waseso sangat berpotensi bila ditunjuk di posisi menteri pertanian, apalagi jika Budi Waseso mampu membuktikan peta jalannya untuk menghentikan produk impor.

Menurut Emrus, bila peta jalan yang dimiliki Budi Waseso jelas maka bisa disajikan ke publik agar dikaji bersama untuk dinilai layak atau tidak.

Namun, lanjutnya, pergantian menteri pertanian merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi, dan faktanya bahwa Indonesia pada saat ini juga sudah mengimpor beras karena produksi yang ada dinilai tidak tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan.

Baca juga: Kiprah Budi Waseso sebagai Dirut Bulog diapresiasi

Baca juga: Mentan: Posisi pangan Indonesia semakin baik

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Jokowi dianugrahi Lencana Tunas Kencana

Komentar