counter

Metropolitan

Pusat Grosir Metro Tanah Abang rugi ratusan miliar rupiah dalam sehari

Pusat Grosir Metro Tanah Abang rugi ratusan miliar rupiah dalam sehari

Pusat Grosir Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019), ditutup setelah solat jumat dan dijaga 25 personel TNI sebagai antisipasi adanya kericuhan susulan. ANTARA/Pusat Grosir Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019), ditutup setelah solat jumat dan dijaga 25 personel TNI sebagai antisipasi adanya kericuhan susulan. ANTARA/Pamela Sakina (Pamela Sakina)

Jakarta (ANTARA) - Manager General Affair (GA) Pusat Grosir Metro Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat, mengatakan selama tutup dua hari akibat kericuhan 22 Mei 2019, kerugian yang dialami sangat besar.

“Wah bukan banyak lagi, bayangkan, di Metro saja karena kami grosir satu toko kalau buka bisa dapat pemasukan Rp100 juta hingga Rp200 juta dalam sehari, apa lagi satu Pasar Tanah Abang?,” kata Manager GA Pusat Grosir Metro Tanah Abang Arif Budi.

Arif mengaku belum rampung melakukan hitung-hitungan pasti, namun ia mengatakan jumlah toko yang ada di Metro Tanah Abang mencapai 4.000 toko.

Sehingga bila dikalikan, kerugian Metro Tanah Abang dalam sehari bisa mencapai ratusan miliar rupiah. Belum lagi jika ditambah kerugian dari Blok A dan Blok B Tanah Abang.

Pusat grosir yang juga terbesar se-Asia Tenggara ini sempat tutup selama dua hari akibat kericuhan, namun hari ini telah buka kembali walau hanya hingga pukul 13.00 WIB.

Pasar Tanah Abang hanya buka setengah hari sebagai antisipasi bila ada kericuhan susulan, telah bersiaga pula 25 personel TNI disana.

Jalanan sekitar Pasar Tanah abang pagi hingga siang ini juga terpantau padat, orang-orang pun sudah berlalu lalang melakukan transaksi jual beli. Berbagai akses menuju Tanah Abang telah dibuka dan dilalui angkutan umum (angkot), taksi, bajaj, Trans Jakarta, dan kereta rel listrik (KRL).

“Kita akan terus pantau, bila kondisi aman, kita akan buka kembali besok,” kata Arif.

Polri perdalam penyidikan dalang kerusuhan pascapemilu

Pewarta: Pamela Sakina/Unggul Tri Ratomo
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar