counter

Pinbas MUI-KEK jalin kemitraan wujudkan kedaulatan pangan umat

Pinbas MUI-KEK jalin kemitraan wujudkan kedaulatan pangan umat

Pusat Inkubasi Bisnis Syariah Majelis Ulama Indonesia (Pinbas MUI) menjalin kemitraan dengan Konsorsium Ekonomi Kerakyatan (KEK) di Jakarta, Jumat (24/5/2019) untuk mewujudkan kedaulatan pangan umat dalam program sinergi pemberdayaan ekonomi umat bidang pangan. (ANTARA/Anom Prihantoro)

ini selaras dengan visi ekonomi kerakyatan yang mementingkan keberpihakan serta pemberdayaan kepada produsen kecil dan konsumen kecil
Jakarta (ANTARA) - Pusat Inkubasi Bisnis Syariah Majelis Ulama Indonesia (Pinbas MUI) menjalin kemitraan dengan Konsorsium Ekonomi Kerakyatan (KEK) untuk mewujudkan kedaulatan pangan umat dalam program sinergi pemberdayaan ekonomi umat bidang pangan.

"Kerja sama itu dalam penyediaan bahan pangan dengan harga terjangkau, pengembangan kemitraan usaha yang saling membutuhkan, serta saling memperkuat gerakan pemberdayaan ekonomi umat dari hulu sampai hilir," kata Direktur Pinbas MUI M. Azrul Tanjung di Gedung MUI di Jakarta, Jumat.

Di sela penandatanganan nota kesepahaman antara Pinbas MUI-KEK itu, Azrul mengatakan KEK telah memiliki kinerja yang baik dalam lima tahun terakhir dengan membangun model jejaring distribusi sembako murah untuk puluhan ribu warung kelontong di beberapa provinsi di Indonesia.

KEK, kata dia, terbukti mengembangkan kelembagaan distribusi bahan pokok kebutuhan sehari-hari sehingga meningkatkan akses pangan masyarakat serta penguatan kemandirian ekonomi masyarakat.

Azrul mengatakan Pinbas MUI dan KEK melalui nota kesepahaman akan membangun sistem distribusi bahan pokok kebutuhan sehari-hari secara langsung ke unit terkecil masyarakat.

"Tujuannya, yaitu mendorong pemberdayaan msyarakat kecil dengan memotong panjangnya rantai distribusi sehingga mewujudkan peningkatkan kemampuan mengakses kebutuhan pokok dengan harga terjangkau secara berkelanjutan," kata dia.

Dia mengatakan ketersediaan pasokan kebutuhan dengan harga terjangkau dan akses yang mudah di masyaxakat tentu mendorong pemberdayaan penguatan kemandirian ekonomi masyaxakat.

Ketika masyarakat menjadi produsen berskala kecil, lanjut dia, maka sistem distribusi akan membuat harga bahan baku terjangkau sehingga terjadi peningkatan kemampuan berproduksi dan peningkatan daya beli.

"Hal ini selaras dengan visi ekonomi kerakyatan yang mementingkan keberpihakan serta pemberdayaan kepada produsen kecil dan konsumen kecil," kata dia.

Menurut dia, visi, misi, dan kiprah KEK selama ini selaras dengan program Pinbas MUI yang menjadi tempat inkubasi peserta (tenant), berupa usaha mikro kecil, menengah, dan koperasi.

"Program kemitraan Pinbas MUI dan KEK ini juga sangat selaras dengan amanat dari Kongres Ekonomi Umat yang telah diselenggarakan MUI pada 22-24 April 2017 lalu di Jakarta," katanya.

Saat itu, kata dia, Kongres Ekonomi Umat berupaya pada kebangkitan ekonomi umat dengan mengambil tema Arus Baru Ekonomi Indonesia. Dalam kongres tersebut, Presiden Joko Widodo memberikan arahan bahwa pembangunan ekonomi umat memerlukan redistribusi aset, kemitraan, dan vokasional.

Azrul mengatakan kerja sama Pinbas MUI dan KEK wujud dari Program Arus Baru Ekonomi Indonesia yang dicanangkan Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan menggandeng seluruh unsur ulama, ormas Islam, maupun pesantren yang dipimpin K.H. Ma'ruf Amin sejak April 2017.

"Jumlah populasi umat Islam yang sangat besar bisa menjadi modal sosial untuk pembangunan," kata dia.

"Bagaimanapun, program kemitraan Pinbas MUI-KEK ini telah menjadi bagian dari Program Arus Batu Ekonomi Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi nasional yang berasaskan demokrasi dan berbasis ekonomi pasar yang adil. Pertumbuhan ekonomi tidak hanya sekadar mencapai kesamaan perlakuan dan keadilan kesempatan memperbaiki kualitas hidup," katanya.

Pewarta: Anom Prihantoro
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar