Metropolitan

Hari kedua pascaricuh, delapan korban masih dirawat di RSUD Tarakan

Hari kedua pascaricuh, delapan korban masih dirawat di RSUD Tarakan

Sejumlah pengunjung menunggu di depan gedung instalasi gawat darurat (IGD) RSUD Tarakan, Jakarta, Jumat (24/5/2019). (ANTARA News/Suwanti)

Jakarta (ANTARA) - Pada hari kedua setelah kericuhan aksi massa 22 Mei, tercatat 8 orang korban masih dirawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, Jakarta Pusat, setidaknya hingga Jumat sore pukul 17.00 WIB.

Angka tersebut sebagaimana terpampang di papan pengumuman nama-nama korban yang dilengkapi keterangan “rawat inap”. Adapun kebanyakan dari mereka merupakan laki-laki berusia 20-an tahun.

Korban berstatus pasien rawat inap tersisa merupakan sebagian kecil dari total 169 orang korban yang ditangani di rumah sakit ini mulai Selasa (21/5) siang sampai Kamis (23/5) sore. Sementara sebagian besar korban sudah diperbolehkan pulang, dan 3 korban dinyatakan meninggal dunia.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Tarakan enggan memberikan keterangan resmi. Petugas juga tidak bersedia membuka rekapitulasi data korban terkini, dan hanya merujuk pada data di papan pengumuman.

“Yang ada di situ (papan pengumuman) saja,” ujar salah seorang petugas yang tidak mau disebutkan namanya.

Sementara itu, situasi dan pelayanan kesehatan di rumah sakit ini terpantau berjalan normal sejak pagi. Baik pasien maupun keluarga pasien reguler terlihat berlalu lalang, keluar masuk gedung rumah sakit.

Brankar yang sebelumnya banyak disiagakan di samping gedung instalasi gawat darurat, kini terlihat hanya beberapa saja.

Pewarta: Suwanti dan Taufik Ridwan
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Warga mencari kerabat di RS Tarakan

Komentar