counter

Bekraf gandeng pemda-asosiasi kembangkan ekosistem kreatif daerah

Bekraf gandeng pemda-asosiasi kembangkan ekosistem kreatif daerah

Ilustrasi - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf membuka secara resmi Paviliun Indonesia dalam London Book Fair (LBF) 2019 di Olympia, London, Selasa (12/3/2019). (ANTARA/Mulyo Sunyoto)

Sebanyak 25 pemda yang menandatangani MoU tersebut terdiri dari 4 provinsi, 11 kota dan 11 kabupaten, sedangkan tiga asosiasi yang bekerja sama dengan Bekraf adalah Ikatan Pecinta Batik Nusantara (IPBN), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) dan
Jakarta (ANTARA) - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menggandeng 25 pemerintah daerah dan tiga asosiasi untuk mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif nasional sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

"Tidak bisa kita pungkiri Indonesia memiliki keanekaragaman budaya. Kita tidak seperti Korea Selatan yang hanya mengandalkan satu sektor ekonomi kreatif (ekraf), sehingga penanganan ekraf kita berbeda dengan negara-negara kecil," kata Kepala Bekraf Triawan Munaf pada penandatanganan nota kesepahaman di Kantor Bekraf Gedung Kementerian BUMN Jakarta, Jumat.

Triawan Munaf menyampaikan bahwa pemerintah memiliki peran sebagai regulator, fasilitator dan akselerator dalam pengembangan ekraf.

Mengingat Bekraf yang belum memiliki perwakilan di daerah, kerja sama pemda sebagai kepanjangan tangan pemerintah menjadi penting.

Sebanyak 25 pemda yang menandatangani MoU tersebut terdiri dari 4 provinsi, 11 kota dan 11 kabupaten, sedangkan tiga asosiasi yang bekerja sama dengan Bekraf adalah Ikatan Pecinta Batik Nusantara (IPBN), Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) dan Asosiasi Komik Indonesia (Aksi).

Triawan berharap dengan adanya kerja sama ini, eksositem ekraf nasional semakin kuat sehingga kontribusi terhadap PDB bisa meningkat dan membuka peluang kerja yang lebih besar lagi.

Ia pun mengimbau para pemda dapat mendorong pelaku ekonomi kreatif di daerah masing-masing mampu menciptakan karya terbaik agar mampu bersaing secara global.

"Dalam mengembangkan potensi daerah, kita tidak mengubah, tapi memperbaiki yang sudah ada, misalnya ada kerajinan dari kelapa, Kita tidak mengubahnya, hanya ditingkatkan pengemasan atau penyajiannya untuk kelas internasional," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Hubungan Antarlembaga dan Wilayah Bekraf, Endah Wahyu menyampaikan saat ini Bekraf sudah bekerja sama dengan 66 pemda dan 50 asosiasi/komunitas.

"Banyaknya permohonan MoU ini menunjukkan tingginya komitmen pemda untuk mengembangkan ekraf di daerah masing-masing. Oleh karena itu, Bekraf menyambut positif dan berupaya mengakomodasi kebutuhan daerah," katanya.

Sektor ekonomi kreatif pada akhir 2018 menyumbang 7,44 persen terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) sebesar Rp1.1.02 triliun dan diproyeksi meningkat pada akhir 2019 sebesar Rp1.200 triliun.
Baca juga: Kontribusi ekonomi kreatif meningkat Rp100 triliun per tahun

 

BEKRAF targetkan 300 pengusaha milenial dari 5 kota

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar