counter

Slowakia kerja sama pengelolaan sampah di Indonesia

Slowakia kerja sama pengelolaan sampah di  Indonesia

Suasana kegiatan meeting antara investor Indonesia dengan investor Slowakia. (Foto KBRI Slowakia/Zeynita Gibbons)

London (ANTARA) - Beberapa perusahaan Slowakia menyatakan keseriusannya untuk berpartisipasi dan melakukan kerja sama dalam proyek pengelolaan sampah dan infrastruktur bandar udara dan jalan tol yang ditawarkan Indonesia.

Keseriusan beberapa perusahaan itu disampaikan setelah mempelajari berbagai informasi proyek yang ditawarkan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI pada rangkaian kegiatan seminar bisnis “Doing Business in Remarkable Indonesia” di kota Zilina pada  20 Mei dan one-on-one meeting di Bratislava, pada 21 Mei lalu.

Counsellor Pensosbud KBRI Slowakia, Lely Meiliani kepada Antara, Jumat mengatakan seminar “Doing Business in Remarkable Indonesia” dilaksanakan di kota industri Zilina, Slowakia. Kegiatan ini merupakan kerja sama KBRI di Bratislava, EU-Indonesia Business Network (EIBN), dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Zilina.

Sekitar 20 pebisnis Slowakia dari berbagai sektor industri, seperti manufaktur, konsultan, konstruksi, solusi teknologi, dan militer hadir dalam seminar ini.

Berbagai perusahaan di Slowakia di antaranya IMAO Group dan THX Services Slowakia menyampaikan ketertarikan dan menawarkan kompetensi yang mereka miliki. IMAO Group tertarik untuk menggarap salah satu proyek di Provinsi Jawa Tengah dengan menawarkan teknologi pengolahan sampah yang menghasilkan keluaran berupa tenaga listrik dan panas serta pupuk.

THX Services menawarkan keahlian manajemen karena telah puluhan tahun mengelola “OLO”, pengelola sampah terbesar di Slowakia.

Selain itu, perusahaan MicroStep-MIS Slowakia mengutarakan keinginan menggarap proyek pembangunan infrastruktur bandara dan jalan tol di Indonesia dengan menawarkan solusi sistem informasi meteorologi. Perusahaan ini juga ingin memperluas kerja sama untuk sistem peringatan dini tsunami di Indonesia. “Investasi setiap proyek aplikasi sistem monitoring meteorologi diperkirakan membutuhkan biaya sebesar 1 juta euro,” ujar Mr. Jozef Omelka dari Micro-Step MIS.

Ketua KADIN Zilina Jan Misura mengatakan sebagai basis industri mekanik dan otomotif di Slowakia, pebisnis Zilina terus mencari jalan pengembangan bisnis, dan yakin Indonesia dapat menawarkan. Ia juga optimistis kerja sama internasional dapat terjadi karena mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Zilina.

Dubes Indonesia di Slowakia, Adiyatwidi Adiwoso mengatakan sebagaimana hasil penyelenggaraan seminar sebelumnya, KBRI Bratislava mengharapkan pebisnis Slowakia juga dapat meraih kesempatan berinvestasi dan berbisnis di Indonesia.

Dikatakannya salah satu hasil pertemuan sebelumnya adalah kehadiran sekitar 20 tenaga ahli Indonesia yang akan bekerja di salah satu pemasok otomotif di Zilina.

Dubes mendorong pebisnis Slowakia untuk kembali mengikuti Trade Expo Indonesia 2019 pada 16-20 Oktober mendatang dan berpartisipasi pada forum bisnis Indonesia-Visegrad yang akan diadakan di Jakarta, 17 Oktober mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Fasilitasi Promosi Daerah BKPM RI, Indra Darmawan, menjelaskan perkembangan terkini iklim investasi di Indonesia serta memaparkan berbagai potensi mendatang di sektor infrastruktur, industri manufaktur, maritim, pertanian, pariwisata, dan industri gaya hidup. Ia juga menjelaskan berbagai fasilitas kemudahan pajak dan insentif bagi investor asing.

Baca juga: Promosi wisata Indonesia raih Rp2,4 miliar di Slowakia
Baca juga: IPB perluas kerja sama pendidikan dengan Slowakia


 

Slowakia Bantu Pengembangan Gandum

Pewarta: Zeynita Gibbons
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar