Sorong (ANTARA) - Kepolisian Sorong Kota menegaskan bahwa bentrok dua kelompok warga Malanu, Jumat (24/5) malam, murni saling serang antarwarga dan tidak ada kaitannya dengan agama.

Kapolres Sorong Kota AKBP Mario Cristy Pancasakti Siregar di Sorong, Sabtu mengatakan bahwa bentrok tersebut berawal dari pertengkaran pemuda kompleks Malanu kampung dan perumahan KPR kemudian berlanjut hingga saling serang warga menggunakan batu dan senjata tajam.

Dia mengatakan, kedua kubu saling serang tersebut sudah didamaikan. Pihak kepolisian sedang menyelidiki penyebab bentrok guna diselesaikan secara hukum yang berlaku.

Ia menyampaikan bahwa tidak benar jika ada yang mengatakan bawa bentrok warga itu akibat penyerangan rumah ibadah. Pernyataan tersebut adalah isu yang tidak bertanggung jawab.

Kapolres mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak terpancing dengan isu-isu yang tidak bertanggung jawab yang nantinya menimbulkan perpecahan dan konflik berkelanjutan.

"Kami berharap kedua kelompok warga yang terlibat saling serang mempercayakan penanganan masalah kepada pihak kepolisian sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya.

Situasi kawasan Malanu Kota Sorong pascabentrok antarwarga kembali kondusif dan masyarakat mulai beraktivitas seperti semula.

Pewarta: Ernes Broning Kakisina
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2019