Batam (ANTARA) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta PT Pelayaran Nasional Indonesia untuk menyiapkan kapal premium terkait adanya peningkatan penumpang karena pergeseran penumpang pesawat ke moda kapal.

“Saya sudah sampaikan ke Pelni, tentu harus dipersiapkan karena jumlah kapalnya harus memadai yang kedua kapalnya lebih premium, jadi ada untuk angkutan premium yang dilakukan oleh Pelni,” kata Menhub dalam peninjauannya di KM Dorolonda, Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Jumat.

Meskipun, dia menyebutkan pergeseran jumlah penumpang dari pesawat ke kapal tidak begitu signifikan, tetapi persiapan harus tetap dilakukan, seperti memperbanyak frekuensi dan peningkatan fasilitas.

“Tentunya kalau frekuensi banyak seperti Medan-Batam ini menjadi ekonomis juga. Di aatu sisi secara korporasi memberikan suatu keuntungan, kedua masyarakat ‘enjoy’ seperti halnya kelas kelas bisnis tempat lain,” katanya.

Dalam kesempatan sama, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus H Purnomo membenarkan adanya pergeseran dari penumpang pesawat ke kapal.

“Memang ada tapi jumlahnya belum dimonitor, yang jelas tren seluruh kapal jarak pendek meningkat,” katanya.

Peningkatan tersebut, Agung menyebutkan terutama di pelabuhan-pelabuhan besar, yaitu Batam, Makassar, Kumai, Balikpapan, Banjarmasin, Ternate dan Sorong.

“Karena memang tiket mahal, orang cenderung pindah ke laut,” katanya.

Direktur Utama PT Pelni Insan Purwarisya L Tobing mengatakan memang ada peningkatan penumpang, namun masih dalam batas normal.

“Kita masih dalam range prediksi kita melihat masih normal,” katanya.

Untuk Lebaran tahun ini, dia menyiapkan 26 kapal besar dan 46 kapal perintis.

Dalam kesempatan sama, Direktur Usaha Angkutan Kapal dan Tol Laut Harry Boediarto pihaknya akan menambah kenyamanan dan fasilitas menyesuaikan penumpang pesawat.

“Kita mau kenyamanan di atas kapal, makanya fasilitas hinuran kita tambah. Justru makanya kita lihat menengah ke atas itu kritis, kita bentuk tambahan fasilitas di kapal karena penting juga untuk penumpang yang kritis,” katanya.

Baca juga: Pergeseran penumpang pesawat ke darat diperkirakan hingga 30 persen

Baca juga: Luhut: pemerintah tak bisa intervensi pasar tarif maskapai


Pewarta: Juwita Trisna Rahayu
Editor: Budi Suyanto
Copyright © ANTARA 2019