counter

PLN Jabar siagakan 3.017 petugas hadapi Lebaran 2019

PLN Jabar siagakan 3.017 petugas hadapi Lebaran 2019

Petugas melakukan pemeliharaan jaringan listrik di Gardu Induk Gandul, Depok, Jawa Barat, Jumat (12/4/2019). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan kesiapan pasokan listrik PLN di seluruh wilayah Indonesia jelang Pemilu 2019 aman, terkecuali di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sumatera Utara, dan Aceh, yang cadangan listriknya masih di bawah 30 persen. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Bandung (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Barat menyiagakan 3.017 petugas untuk menjamin keandalan pasokan listrik untuk menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah atau Lebaran 2019.

"Terkait persiapan PLN menjelang Idul Fitri 1440 Hijriah di wilayah Jawa Barat, kami sudah menyiapkan langkah-langkah untuk menjaga keandalan pasokan listrik menghadapi momentum Lebaran tahun 2019 ini, salah satunya menyiagakan 3.017 petugas," kata Manager Komunikasi PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat Iwan Ridwan, di Bandung, Sabtu.

PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, kata dia, juga membangun posko mudik di 19 titik yang tersebar di jalur mudik Jawa Barat.

"Di dalam posko mudik ini, warga bisa mendapatkan takjil gratis hingga pemberian perawatan kesehatan ringan bagi pemudik," kata dia.

Iwa mengatakan PLN Distribusi Jawa Barat meniadakan segala bentuk kegiatan pemeliharaan selama periode tujuh hari sebelum dan sesudah Idul Fitri 1440 Hijriah.

Selain itu, PLN juga melaksanakan siaga gangguan di sejumlah posko dengan rincian posko induk/UP2Dā€‹ sebanyak satu UP2D (Unit Pelaksana Pengatur Distribusi), posko utama (UP3) sebanyak 17 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan.

Kemudian Posko Unit (ULP)ā€‹ā€‹ sebanyak 93 Unit Layanan Pelanggan dan Posko Sub Unit (KP)ā€‹ sebanyak 193 Posko.

"Untuk posko siaga gangguan listrik, tambah Iwan, PLN me­nyiapkan 193 posko yang siap selama 24 jam," kata dia.

Dia mengatakan posko tersebut diperkuat dengan ketersediaan kendaraan mobile tim sebanyak 560 unit, mobil crane 18 unit, mobil deteksi sembilan unit, genset sebanyak 35 unit, deteksi portabel sebanyak em­pat unit, dan mobil trafo seba­nyak sembilan unit.

PLN Unit Distribusi Jawa Barat memprediksi beban puncak siang pada Idul Fitri 1440 Hijriah sebesar 3.429 MW atau naik 216 MW (7 persen) dari beban puncak siang pada Idul Fitri 1438 H sebesar 3.213 MW.

Sementara itu untuk Beban Puncak Malam pada Idul Fitri tahun ini diprediksi mencapai 4.335 MW atau naik sekitar 113 MW (3 persen) dibandingkan dengan Beban Puncak malam hari pada Idul Fitri tahun lalu sebesar 4.222 MW.

Untuk daya mampu pasok untuk Idul Fitri 1440 H sebesar 11.933 MW, masih jauh dari prediksi beban puncak baik siang hari maupun malam hari di perayaan Idul Fitri 1440 H tahun ini sehingga daya mampu pasok dinyatakan siap untuk menunjang kegiatan selama Idul Fitri 1440 H.

Meskipun terjadi penurunan terutama untuk konsumsi listrik industri dan perkantoran terdapat beberapa daerah non kawasan industri yang diprediksi beban puncaknya tetap stabil bahkan cenderung meningkat seperti Tasikmalaya, Garut, Cirebon, Cianjur, dan Sukabumi karena merupakan daerah tujuan para pemudik dari beberapa kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Bekasi, Bogor dan sekitarnya.

Baca juga: PLN Jabar resmikan jaringan listrik 233 dusun

Baca juga: 1.231 pelanggan PLN di Jabar tanpa listrik akibat banjir

 

Pewarta: Ajat Sudrajat
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Lebaran Betawi 2019, kenalkan dan lestarikan budaya Betawi

Komentar