counter

Satker Perhubungan pantau mudik di Johor Bahru

Satker Perhubungan pantau mudik di Johor Bahru

Pemantauan arus balik di Kuala Lumpur

Kuala Lumpur (ANTARA) - Satuan Kerja Perhubungan KBRI Kuala Lumpur melakukan pemantauan arus mudik Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah Johor Bahru Malaysia.

“Johor merupakan salah satu pintu masuk terbanyak WNI ke Malaysia khususnya yg menggunakan jalur pelabuhan ferry,” ujar Kepala Satker Perhubungan KBRI Kuala Lumpur, Dr. Capt Antoni Arif Priadi M.Sc, Sabtu.

Pelabuhan ferry di Johor yang akan dikunjungi yakni Pelabuhan Stulang Laut, Pelabuhan Kukup, Pelabuhan Pasir Gudang, Pelabuhan Puteri Harbour, Pelabuhan Minyak Beku dan Pelabuhan Muar.

“Mengingat banyak-nya lokasi pelabuhan yang akan dikunjungi di Johor Satker perhubungan telah membagi kegiatan tersebut menjadi dua tahap,” katanya.

Tahap I pelaksanaan kegiatan mudik dilakukan pada 24-25 Mei 2019 dengan mengunjungi Pelabuhan Stulang Laut dan Pelabuhan Pasir Gudang dilanjutkan keesokan hari di Pelabuhan Puteri Harbour dan Pelabuhan Kukup.

Tahap II pelaksanaan kegiatan akan dilakukan pada 27 - 28 Mei 2019 dengan mengunjungi pada hari pertama Jeti Penumpang Muar dan keesokan harinya Terminal Ferry Minyak Beku.

“Perlu diketahui kedua terminal Ferry ini merupakan kunjungan resmi pertama kali untuk pemantauan mudik yg dimasukkan oleh Satker Perhubungan dimana di tahun - tahun sebelumnya kedua pelabuhan ini tidak pernah dikunjungi,” kata Atase Perhubungan KBRI Kuala Lumpur tersebut.

Tim Pemantauan Mudik yang terlibat yakni Satker Perhubungan, Atase Tenaga Kerja, dan Fungsi Konsuler Perlindungan KBRI Kuala Lumpur.

Dalam kesempatan tersebut Atase Perhubungan selalu menyampaikan kepada master dan ABK kapal untuk selalu mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang agar perjalanan dapat berjalan efektif dan efisien.

Kepada para penumpang, Atase Perhubungan bersama Fungsi Konsuler dan Atase Tenaga Kerja selalu mengimbau untuk selalu mematuhi setiap aturan yg berlaku di Malaysia khusus-nya permit kerja paspor.

“Hindari terlibat dengan kasus hukum karena proses pencarian keadilan di Malaysia sangat panjang dan memakan waktu yg lama,” katanya. Baca juga: Ribuan TKI mudik dari Malaysia

Pewarta: Agus Setiawan
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar