counter

Aktivitas jual beli di Tanah Abang kembali meningkat

Aktivitas jual beli di Tanah Abang kembali meningkat

Suasana di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, masih tampak ramai sampai Sabtu sore (25/5). (ANTARA/Katriana)

Alhamdulillah, hari ini pembelinya sudah mulai banyak. Omzetnya juga sudah meningkat
Jakarta (ANTARA) - Aktivitas jual beli di Pusat Grosir Pasar Tanah Abang berangsur normal dan kembali meningkat seperti sebelum terjadinya kericuhan 22 Mei.

"Alhamdulillah, hari ini pembelinya sudah mulai banyak. Omzetnya juga sudah meningkat," kata Puji, penjual busana muslim pria di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta, Sabtu.

Puji mengatakan sampai tokonya ditutup pada Sabtu sore, dia sudah meraup omzet sekitar Rp45 juta, lebih banyak dibandingkan yang dia peroleh pada Jumat (24/5).

Meski meningkat, omzet yang ia peroleh seharusnya lebih banyak jika dibandingkan dengan omzet yang biasa ia dapatkan pada setiap akhir pekan, terlebih lagi saat menjelang Lebaran.

"Seharusnya lebih banyak karena akhir pekan, apalagi menjelang Lebaran," tambah dia.

Senada dengan Puji, penjual busana muslimah, Hery, juga merasa bersyukur omzetnya bahkan meningkat dibandingkan kemarin atau hari biasa sebelum aksi ricuh pada 22 Mei.

"Hari ini dapat omzet Rp70 juta, lebih banyak dibandingkan hari kemarin atau hari biasa," katanya sembari menyambut para pembeli di tokonya.

Penjual dan pembeli mengaku sudah tidak lagi khawatir dengan kondisi keamanan di Pasar Tanah Abang menyusul aksi kericuhan yang terjadi pada 22 sampai 23 Mei yang menyebabkan pasar tersebut ditutup.

"Enggak, sudah enggak khawatir lagi. Karena sebelum datang, saya baca di koran kondisinya sudah aman. Jadi saya datang ke sini," tutur Wulan, pembeli asal Depok.

Pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara itu ditutup selama dua hari menyusul terjadinya aksi ricuh pada 22 sampai 23 Mei.

Pasar tersebut kembali dibuka pada Jumat (24/5) dan beroperasi sampai sekitar pukul 16.00 WIB, khususnya di Blok A Pasar Tanah Abang, meski ada rencana dibuka hanya setengah hari karena khawatir terjadinya kericuhan susulan.

Warga negara asing tak khawatirkan keamanan Jakarta

Pewarta: Katriana/Desi Purnamawati
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar