counter

Dinas Perhubungan Pasaman Barat intensifkan uji kelayakan kendaraan

Dinas Perhubungan Pasaman Barat intensifkan uji kelayakan kendaraan

Kepala Dinas Perhubungan Pasaman Barat Edison Zalmi saat melihat kendaraan yang sedang menjalani uji kelayakan atau uji kir menjelang Lebaran.

Simpang Empat, Sumbar (ANTARA) - Dinas Perhubungan Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) mengintensifkan uji kelayakan kendaraan atau uji kir angkutan barang dan orang menjelang Lebaran 2019.

"Kita akan ajak pemilik kendaraan agar melakukan uji kir dengan harapan bisa mengurangi terjadi kecelakaan lalu-lintas," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasaman Barat Edison Zalmi di Simpang Empat, Minggu.

Sejak awal tahun hingga saat ini, pihaknya sudah berhasil melakukan uji kir terhadap 1.024 kendaraan di kabupaten itu.

"Tentu kita menginginkan kendaraan yang ada di Pasaman Barat dapat melakukan uji kir untuk melihat kelayakan kendaraan," kata dia.

Dia mengatakan bahwa jumlah kendaraan yang menjalani uji kir menjelang Lebaran tahun ini sedikit meningkat dibandingkan dengan biasanya.

Sebagian besar kendaraan itu merupakan perpanjangan kir angkutan orang dan barang.

Para petugas secara teliti melakukan uji kir kendaraan sebelum suatu kendaraan dinyatakan lulus kir.

Peningkatan jumlah kendaraan yang menjalani uji kir itu, katanya, juga dampak dari penindakan yang dilakukan Dinas Perhubungan bersama Satuan Lalu-Lintas Polres Pasaman Barat, beberapa waktu lalu.

"Kita memprediksi jumlah kendaraan yang akan menguji kir akan terus naik, terutama angkutan Lebaran dan angkutan barang berupa kebutuhan pokok dan mobil angkutan tandan buah segar kelapa sawit," kata dia.

Ia meminta seluruh masyarakat yang memilik angkutan barang dan orang agar secara rutin melakukan uji kir sehingga aman saat berkendara.

Di sisi lain, kata dia, penumpang diminta lebih teliti saat memilih angkutan untuk bepergian.

"Jika pada kendaraan tidak ada keterangan lulus kir secara otomatis kendaraan itu tidak laik jalan," kata dia.
 

Takjil yang dibayar dengan doa

Pewarta: Altas Maulana
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar