counter

Dishub Sleman pasang puluhan rambu di jalur mudik

Dishub Sleman pasang puluhan rambu di jalur mudik

Proyek pekerjaan preservasi mayor jembatan Ngentak yang terletak di Desa Bangunkerto, Turi, Sleman saat ini hampir selesai dan targetnya bisa dilalui kendaraan untuk arus mudik Lebaran 2019. (Foto Antara/Victorianus Sat Pranyoto)

Pada H-10 Lebaran nanti rambu-rambu tersebut sudah terpasang semuanya
Sleman (ANTARA) - Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran 2019 akan memasang puluhan rambu lalu lintas di ruas jalan utama jalur mudik terutama di kawasan rawan macet maupun di jalur-jalur alternatif.

"Kami telah melakukan persiapan untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran dengan memasang rambu-rambu. Jumlahnya ada puluhan rambu-rambu petunjuk arah," kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sleman Sulton Fatoni di Sleman, Minggu.

Menurut dia, rambu-rambu tersebut nantinya dipasang pada jalur utama mudik dan jalur alternatif untuk menghindari kemacetan yang biasanya terjadi di Jalan Magelang maupun Kota Yogyakarta.

"Pada H-10 Lebaran nanti rambu-rambu tersebut sudah terpasang semuanya," katanya.

Ia mengatakan jika ada pemudik yang hanya sekadar lewat Yogyakarta disarankan agar tidak mengambil jalan utama yang menuju kota.

"Karena kemungkinan terjadi penumpukan kendaraan terutama di proyek 'underpass' Kentungan sangat besar," katanya.

Sulton mengatakan, pemudik yang tidak singgah di Yogyakarta nantinya akan diarahkan lewat jalur alternatif, untuk yang dari arah Magelang tujuan Klaten, Solo dan Jawa Timur melalui jalur alternatif dengan rute dari jembatan Kali Krasak ke kiri Tempel-Turi-Pakem- Cangkringan-Kalasan-Prambanan.

"Sedangkan yang akan ke arah barat, rambu akan memandu pengguna jalan mulai dari simpang empat Tempel-Minggir-Klangon," katanya.

Pemudik dari arah timur atau Solo, pengguna jalan yang akan menuju Magelang dan Semarang diarahkan ke utara mulai dari Proliman, Kalasan.

”Kami juga akan melakukan kerja sama dengan Dishub DIY yang telah menerapkan 'Area Traffic Control System' (ATCS) untuk memantau simpang yang dapat dikendalikan dari jarak jauh," katanya.

Sementara itu, proyek pekerjaan preservasi mayor jembatan Ngentak yang terletak di Desa Bangunkerto, Turi, Sleman saat ini juga hampir selesai dan targetnya bisa dilalui kendaraan untuk arus mudik.

"Jembatan Ngentak terletak di ruas jalan alternatif yang menghubungkan Tempel-Prambanan," kata Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman Achmad Subhan.

Menurut dia, adanya proyek pekerjaan "underpass" Kentungan dan perbaikan jembatan di Jalan Gito Gati membuat ruas jalan tersebut menjadi salah satu alternatif jalan.

"Jalur alternatif ini agar arus kendaraan tidak menumpuk di Kota Yogyakarta," katanya.

Ia mengatakan, proyek yang digarap oleh Satker PJN itu kemungkinan sudah bisa dilalui kendaraan pada minggu depan atau sekitar 27 Mei 2019. Hal itu jika melihat proses pekerjaan di lapangan.

"Kemungkinan sudah bisa dilalui tapi tidak semerta-merta dibuka seluruhnya, karena masih ada proses pengaspalan, tapi harusnya sudah bisa dilalui untuk mudik," katanya.

Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Kemacetan lalu lintas di jalur selatan hingga 20 kilometer

Komentar