Warga langsung menyerbu loket penukaran uang baru di balai kota, pecahan uang kertas Rp5.000 menjadi primadona yang langsung habis kurang dari 90 menit sejak dibuka
Payakumbuh (ANTARA) - Penukaran uang baru yang digelar Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumatera Barat bekerja sama dengan Pemerintah Kota Payakumbuh pada Sabtu (25/5) mencapai Rp3,5 miliar hanya dalam waktu dua jam.

"Warga langsung menyerbu loket penukaran uang baru di balai kota, pecahan uang kertas Rp5.000 menjadi primadona yang langsung habis kurang dari 90 menit sejak dibuka," ujar Koordinator petugas penukaran uang BI Perwakilan Sumbar, Antoni di Payakumbuh, Minggu.

Antoni mengatakan ini pertama kali BI membuka loket di Payakumbuh atas permintaan Pemko Payakumbuh.

"Kami tidak menduga animo masyarakat sebanyak ini,” ungkap Antoni.

Antoni mengatakan pihak BI tak bisa menggelar penukaran uang terlalu lama karena keterbatasan stok uang baru.

Ia menjelaskan loket di Payakumbuh adalah adendum (penambahan) dari jumlah loket yang sudah direncanakan BI Sumbar sebelum program ini dimulai.

"Kita membuka loket hampir diseluruh kabupaten/kota di Sumbar, jadi untuk menambah jumlah uang dan hari layanan saya kira cukup berat, karena alokasi di sini sudah ditetapkan sebanyak yang kami bawa sekarang,” ujar Antoni.

Untuk Kota Payakumbuh, alokasi uang baru yang disediakan termasuk yang tertinggi dibanding kota-kota lain di Sumatera Barat.

“Kita alokasikan uang baru sebesar Rp3,5 miliar di sini terdiri dari beberapa pecahan. Jumlahnya termasuk tertinggi dibandingkan kota lainnya seperti Padang Panjang misalnya, kita hanya sediakan kurang lebih Rp2 miliar saja,” ungkap Antoni.

Sementara Kepala Dinas Kominfo Kota Payakumbuh melalui Kabid Kehumasan Irwan Suwandi menyatakan, tingginya animo masyarakat menukarkan uang di loket tersebut disebabkan gencarnya publikasi yang dilakukan menjelang kegiatan tersebut.

“Kemarin, secara serempak kita meminta setiap radio yang ada di Payakumbuh untuk menyiarkan informasi pembukaan loket tersebut secara berulang-ulang. Di samping itu, pengumuman juga dilakukan di seluruh link media sosial yang ada,” ujar Irwan.

Menurut dia, secara umum kegiatan penukaran uang cukup lancar, tidak ada komplain dari warga meski jumlah persediaan uang tidak mencukupi.

"Tadi kita sudah sampaikan agar hal tersebut menjadi evaluasi bagi BI untuk ke depan. Semoga pada tahun-tahun mendatang, kegiatan serupa bisa lebih baik lagi,” kata Irwan.

​​​​​​

Pewarta: Syahrul Rahmat
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2019