counter

Bupati Kapuas Hulu buka puasa bersama anak yatim

Bupati Kapuas Hulu buka puasa bersama anak yatim

Bupati Kapuas Hulu A.M. Nasir (ANTARA/Timotius)

Kehadiran anak yatim piatu dan kaum duafa memiliki nilai tersendiri dalam ajaran agama Islam
Putussibau, Kapuas Hulu (ANTARA) -
Bupati Kapuas Hulu  Abang Muhammad Nasir beserta pejabat penting di lingkungan pemerintah daerah setempat melaksanakan buka puasa bersama dengan anak-anak yatim piatu, kaum duafa, dan mualaf di daerah tersebut.
 
Buka puasa bersama itu dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Kapuas Hulu di Putussibau, Minggu, sekaligus dilaksanakan shalat magrib, isya, dan tarawih bersama dan pemberian santunan kepada kaum tersebut.
 
Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir mengatakan menjadi yatim piatu dan duafa bukanlah suatu hukuman.

Namun, kata dia, hal tersebut sebagai cara lain Allah dalam mendidik hambanya untuk dipersiapkan menjadi insan sejati.
 
"Kehadiran anak yatim piatu dan kaum duafa memiliki nilai tersendiri dalam ajaran agama Islam," kata dia.
 
Nasir mengatakan bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda,  "Barang siapa meletakkan tangannya di atas kepala anak yatim piatu dengan penuh kasih sayang, untuk setiap helai rambutnya akan memperoleh satu pahala, dan barang siapa yang berkaitan berbuat baik terhadap anak yatim piatu, dia akan bersamaku surga seperti dua jari ini".
 
Bahkan, kata dia, sebaliknya,  barang siapa yang berbuat jahat kepada anak yatim piatu maka sebagai seorang pendusta agama.
 
Oleh karena itu, Nasir berharap kepada anak yatim piatu agar selalu optimistis dalam menapaki masa depan.
 
"Jadikan keprihatinan kalian saat ini sebagai cambuk untuk mengejar dan mencapai cita-cita," kata dia.

Ia juga menyatakan selalu mendoakan mereka agar menjadi putra dan putri terbaik bangsa pada masa mendatang.

"Kami akan selalu mendoakan untuk anak yatim piatu dan kaum duafa agar kelak menjadi putra putri terbaik di bangsa ini dengan penuh keimanan dan ketakwaan," kata dia.
 

Pewarta: Teofilusianto Timotius
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Takjil yang dibayar dengan doa

Komentar