counter

Formula 1

Hamilton merasa ditemani Niki Lauda

Hamilton merasa ditemani Niki Lauda

Pebalap Formula Satu Mercedes, Lewis Hamilton (REUTERS/BENOIT TESSIER)

Jakarta (ANTARA) - Lewis Hamilton merasa ditemani Niki Lauda saat memenangkan Grand Prix Monako dan pebalap Mercedes itu mengaku ingin meniru mendiang juara dunia tiga kali itu dalam memenangkan respek dan sanjungan yang diperoleh legenda Formula 1 asal Austria itu dari seluruh dunia.

Setelah juara di Monte Carlo, Hamilton memberikan penghormatan kepada Lauda yang telah berjasa besar kepada Hamilton karena menjadi orang yang menarik Hamilton ke Mercedes pada 2013. Kedua orang ini bersahabat.

Hamilton dan timnya telah melewati satu pekan yang emosional setelah kematian Lauda Senin pekan lalu.

Baca juga: GP Monako jadi ajang menghormati Niki Lauda

"Saat berkendara saya membayangkan 'Apa yang akan dilakukan Niki?'. Saya benar-benar merasa dia bersama saya membalap hari ini. Luar biasa saja menyaksikan betapa besar dukungan kepada Niki dari seluruh dunia, betapa besar respek dan apresiasi kepada beliau," kata Hamilton seperti dikutip The Guardina.

"Sebagai pebalap tujuan saya adalah suatu hari bisa dihormati seperti dia. Dia meninggalkan teladan besar dan pahlawan sejati untuk begitu banyak orang."

Formula 1 dan semua pengemudi memberi penghormatan kepada Lauda di balapan dan Hamilton memastikan akan turut menghadiri pemakaman Lauda di Wina Rabu pekan ini.

Baca juga: Niki Lauda meninggal dalam usia 70 tahun

Hamilton gembira bisa memenangkan balapan Monako yang sulit ini dan berniat untuk berbicara dengan orang tua dan istrinya, Birgit, setelah lomba.

"Saya kira ini sirkuit paling sulit yang saya hadapi, ini ada di lima besar," kata Hamilton. "Sebagai atlet Anda selalu ingin memenangkan pertarungan tersulit. Saya tak sabar menelepon ayah dan ibu saya ingin tahu apa yang mereka bayangkan. Saya ingin berbicara dengan Birgit agar dia tahu betapa besar apresiasi saya kepada dia dan dukungannya kepada Niki."

Baca juga: Hamilton puncaki podium GP Monaco 2019
 

Pewarta: Jafar M Sidik
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar