Polres Kulon Progo terjunkan 716 personel gabungan pengamanan Lebaran

Polres Kulon Progo terjunkan 716 personel gabungan pengamanan  Lebaran

Polres Kulon Progo, DIY, dan intansi terkait siat melalukan pengamanan Operasi Terpadu Ketupat Progo 2019 dalam rangka mewujudkan keamanan dan keselamatan selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2019. (Foto ANTARA/Sutarmi)

Personel difokuskan di jalur utama, yakni Yogyakarta-Purworejo karena rawan kecelakaan dan rawan macet. Sehingga, Polres Kulon Progo mendirikan dua pos pengamanan dan empat pos pelayanan
Kulon Progo (ANTARA) - Kepolisian Resor Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menerjunkan 716 personel gabungan selama pengamanan Operasi Terpadu Ketupat Progo 2019 dalam rangka mewujudkan keamanan dan keselamatan selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2019.

"Operasi Terpadu Ketupat Progo 2019 dilaksanakan 13 hari mulai 29 Mei sampai 10 Juni 2019 dengan mengedepankan pembinaan, penjagaan, dan patroli dalam rangka mewujudkan keamanan ketertiban berlalu lintas di wilayah Kulon Progo," kata Kapolres Kulon Progo AKPB Nasution di Kulon Progo, Selasa.

Ia mengatakan 716 personel terdiri dari kepolisian sebanyak 445 personel, dan sisanya Kodim 0731/Kulon Progo dan intansi terkait.

"Personel yang diterjukan siap memberikan pelayanan dan pengamanan kepada pemudik dan wisatawan di Kulon Progo," katanya.

Anggara mengatakan personel difokuskan di jalur utama, yakni Yogyakarta-Purworejo karena rawan kecelakaan dan rawan macet. Sehingga, Polres Kulon Progo mendirikan dua pos pengamanan dan empat pos pelayanan.

Pos yang dibangun yakni dua pos pengamanan terdapat di pintu masuk perbatasan dengan Bantul, tepatnya di Pasar Sentolo baru dan Simpang Pangkalan Congot, Kecamatan Temon.

Kemudian, empat pos pelayanan ada di depan Terminal Wates, Stasiun Wates, objek wisata Kalibiru dan Pantai Glagah.

"Dua pos pengamanan dijaga 24 jam. Kemudian dua pos pelayanan yang memberikan pelayanan 24 jam di Terminal Wates dan Stasiun Wates, sedangkan dual lainnya disesuikan dengan kebutuhan," katanya.

Untuk jalur mudik, lanjut Anggara, yang digunakan oleh pemudik prioritas menggunakan jalur utama nasional mulai dari Temon hingga Sentolo dengan jarak 27 kilometer. Kemudian, bila terjadi kepadatan lalu lintas, Polres Kulon Progo telah menyiapkan jalur alternatif yang disiapkan, yakni jalur alternatif utara dari Ngeplang-Kalibawang-Magelang dengan jarak 26 km, alternatif tengah jalur provinsi Toyan-Panjatan-Galur menuju Bantul dengan jarak 14 km.

Ia memperkirakan kepadatan lalu lintas akan terjadi jalan Yogyakarta-Wates di kilometer 14 di simpanh empat Ngelo, Kecamatan Sentolo dan jalan Wates - Purworejo di sekitar pintu masuk Bandara Internasional Yogyakarta.

Selanjutnya, titik-titik rawan jalur mudik di Kulon Progo, yakni di kawasan Sukoreno (Kecamatan Sentolo), dan jalan Wates-Purworejo tepatnya di Mlangseng, Temon.

"Antisipasinya bila terjadi kemacaten lalu lintas, kami menyiapkan petugas melakukan penguraian manual. Kalau terjadi kemacetan, disetiap titik mulai dari Kecamatan Temon sampai Kecamatan Sentolo akan dilakukan penarikan secara manual dan dilakukan pengurian manual oleh petugas yang disiapkan di Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan," katanya.

Kemudian, antisipasi di jalur kecelakaan, Polres Kulon Progo berkoordinasi dengan Dishub Kulon Progo menyiapkan rambu-rambu signifikan yang disiapkan dan personel akan melakukan imbauan berhati-hati saat pemudik masuk Kulon Progo.

"Ada beberapa titik yang dipasangi rambu peringatan, seperti di Sukoreno dari Dudukan sampai SPBU Sukoreno," katanya.

Pewarta: Sutarmi
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Polisi perketat arus balik menuju Jakarta

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar