counter

Wamen paparkan kesiapan pemenuhan elpiji sampai BBM pada Lebaran 2019

Wamen paparkan kesiapan pemenuhan elpiji sampai BBM pada Lebaran 2019

Wamen ESDM Arcandra Tahar (kedua kanan) meninjau TBBM Plumpang, Jakarta untuk melihat kesiapan hadapi lebaran. (Afut syafril)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menyebutkan stok ketahanan LPG (elpiji) selama periode Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019 M rata-rata sebesar 385.026 MT atau untuk 19 hari.

"Untuk stok LPG dipastikan aman selama Lebaran, konsumsi akan meningkat di lokasi dekat wisata-wisata," kata Arcandra Tahar usai meninjau Terminal BBM di Plumpang, Jakarta, Selasa.

Selain itu untuk penyediaan bahan bakar minyak (BBM), pihaknya telah mengantisipasi kemacetan lalu lintas dalam penjualan produk BBM dalam kemasan, baik Pertamax, Pertamax Plus, dan Pertamax Dex. Selain itu ada fasilitas pengisian BBM di rest area non-SPBU.

Kondisi serupa juga terjadi pada sektor kelistrikan. Pada saat Idul Fitri secara umum pasokan listrik, kata dia, dalam kondisi aman, yaitu pada 5 Juni 2019, daya mampu pembangkit diperkirakan sebesar 38.653,47 MW dan beban puncak sebesar 25.727,32 MW sehingga masih terdapat cadangan operasi sebesar 12.926,15 MW.

Pada tanggal 6 Juni 2019, daya mampu pembangkit diperkirakan sebesar 45.234,87 MW dan beban puncak sebesar 26.546,81 MW sehingga masih terdapat cadangan operasi sebesar 18.688,06 MW.

Kondisi kelistrikan sistem Jawa Bali akan berada dalam kondisi normal, sedangkan untuk sistem luar Jawa Bali terdapat beberapa sistem dalam kondisi siaga.

Sementara terkait potensi letusan gunung berapi, gempa bumi, tsunami, dan tanah longsor, telah telah disiapkan antisipasi berupa informasi peta titik rawan gerakan tanah dan gempa bumi, status gunung api, serta Satgas Tanggap Darurat.

Keseluruhan posko ini adalah bagian dari Posko Nasional Sektor ESDM yang dipimpin oleh Direktur Jenderal Ketenagalistrikkan Rida Mulyana.
 

Menkes gandeng enam kementerian dukung Nusantara Sehat

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar